Detail Cantuman

Image of Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.) Kultivar Atlantik Di Dataran Medium Pada Naungan Dan Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh

 

Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.) Kultivar Atlantik Di Dataran Medium Pada Naungan Dan Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh


ABSTRAK
L, Martins. 2013. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Kultivar Atlantik di Dataran Medium Pada Naungan dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0100114700018631.5 Mar p / R 15.7Perpustakaan Pusat (Ref 15.7)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    631.5 Mar p / R 15.7
    Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,;154 hlm,;29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    631.5
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    L, Martins. 2013. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Kultivar Atlantik di Dataran Medium Pada Naungan dan Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh. Tesis Program Magister Universitas Padjadjaran, Dibawah Bimbingan Jajang Sauman Hamdani dan Yayat Rochayat Suradinata Efendi.
    Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu komoditi hortikultura penting di Timor Leste, karena sebagai cumber pendapatan dan bahan pangan pokok juga sebagai komoditas alternatif dalam diversifikasi pangan. Semakin meluasnya pertanaman kentang di dataran tinggi menimbulkan dampak negatif seperti penebangan hutan, perusakan lingkungan dan erosi, Manipulasi lingkungan tumbuh kentang dengan menggunakan naungan paranet 45% dan plastik UV dapat menurunkan suhu rhizosfer tanarnan kentang serta untuk menekan biosintesis GA, diaplikasikan zat pengatur tumbuh (BAP, Paclobutrazol, Chloro Chlorine Chloride), diharapkan dapat menekan biosintesis asam giberelat sehingga dapat memacu pertumbuhan umbi. Percobaan ini bertujuan untuk memperoleh jenis naungan dan ZPT (BAP, Paclobutrazol, Chloro Choline Chloride) yang paling balk dalam meningkatkan basil kentang (Solanum tuberosum L.) kultivar Atlantik di dataran medium. Percobaan dilaksanakan mulai bulan Juli sampai bulan September 2013 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaan, Jatinangor pada ketinggian ± 750 m di atas permukaan laut, yang disusun dalam Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu naungan (tanpa naungan, naungan paranet 45%, dan naungan plastik UV) dan zat pengatur tumbuh, terdiri dari : BAP, Paclobutrazol dan Chloro Choline Chloride (CCC).
    Hasil percobaan menunjukkan kedua kombinasi perlakuan berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan clan hasil tanamana kentang. Naungan paranet 45 % dapat meningkatkan tinggi tanaman dan indeks luas daun. Naungan plastik UV dapat meningkatkan kandungan klorofil, jumlah stolon, jumlah ubi per tanaman, hasil per tanarnan (g), per petak (kg), per hektar (ton) dan prosentase ubi kelas A. Zat pengatur tumbuh (Paclobutrazol) dapat meningkatkan kandungan klorofil, purdah ubi total, basil umbi per tanaman sebesar 968,11 g, hasil per hektar sebesar 27,923 ton dan jumlah ubi kelas A, menekan kandungan giberelin tetapi menurunkan tinggi tanaman dan jumlah stolon. Kandungan klorofil dan indeks panen mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap hasil kentang yang ditanarn di dataran medium.
    Kata Kunci : Pertumbuhan, hasil, naungan, zat pengatur tumbuh, kentang
    (Solanum tuberosum L.) Atlantik, dataran medium
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi