Detail Cantuman

Image of Pengaruh cognitive Behaviour Therapy Terhadap Peningkatan Self Efficacy Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2

 

Pengaruh cognitive Behaviour Therapy Terhadap Peningkatan Self Efficacy Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2


Anak Agung Bagus Margarana Manusuputra : Pengaruh Cognitive Behavior
Therapy (CBT) Terhadap Peningkatan Self Efficacy pada Pasien Diabetes ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700185615.851 2 Mar p/R.19.237Perpustakaan Pusat (REF.19.237)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    615.851 2 Mar p/R.19.237
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 217 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    615.851 2 Mar p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Anak Agung Bagus Margarana Manusuputra : Pengaruh Cognitive Behavior
    Therapy (CBT) Terhadap Peningkatan Self Efficacy pada Pasien Diabetes
    Mellitus Tipe 2.

    Penelitian ini merupakan studi yang bertujuan untuk mengetahui adanya
    pengaruh Cognitive Behavior Therapy dari Aaron Beck untuk meningkatkan self
    efficacy pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Treatment CBT ini mencakup
    psikoedukasi, penerapan metode Socratic, identifikasi irrational belief, relaxation
    technique, short term and long term action, dan pencegahan relapse and
    termination. Subjek pada penelitian ini adalah pasien berusia 40-55 tahun.

    Kecemasan yang banyak dialami oleh para pasien diabetes mellitus
    menumbuhkan ketertarikan pada peneliti untuk mencobakan suatu bentuk
    treatment yang sasarannya adalah meningkatkan self efficacy. Kerangka
    pemikiran yang mendasari pilihan bentuk treatment tersebut berdasarkan referensi
    bahwa kecemasan dapat menimbulkan self efficacy yang rendah, reaksi emosi
    yang tidak stabil dan menimbulkan masalah kesehatan lainnya. Salah satu cara
    untuk meningkatkan keterampilan tersebut adalah dengan diberikan pelatihan
    berupa penambahan wawasan dan pelatihan skill baru sehingga dapat
    menghasilkan kebiasaan perilaku yang baru.

    Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experimental dengan
    interrupted time series design. Pengukuran dilakukan kepada 3 orang subjek. Data
    diperoleh melalui kuesioner self efficacy of diabetes yang merupakan adaptasi dari
    self efficacy of diabetic Questionnaire yang merupakan alat diagnostik yang
    dikembangkan oleh Stanford Patient Education Research Center. Penelitian ini
    juga melakukan pengukuran terhadap Illness Perception Questionnaire of
    diabetes, yang dikembangkan oleh Leventhal. Tujuan untuk mengetahui tingkat
    illness perception pada responden penelitian ini. Metode uji statistik yang
    digunakan adalah uji Page.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berupa treatment CBT
    meningkatkan self efficacy dan terjadi secara signifikan. Hasil pengukuran dari
    Illness Perception of diabetes menunjukkan adanya perubahan, seiring
    berubahnya self efficacy of diabetes. Dari hasil pengolahan data kualitatif
    diperoleh hasil adanya perubahan pola pikir dan perilaku dari responden untuk
    melakukan self management of diabetes dengan baik. Untuk efektivitas hasil
    terapi, peneliti perlu mendalami setiap keluhan dan masalah yang dimiliki setiap
    klien. Waktu pelaksanaan treatment juga perlu ditambah untuk melihat
    pengaruhnya terhadap perubahan yang diharapkan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi