Detail Cantuman

Image of Diskonitinuitas Penerapan Inovasi Biogas Oleh Peternak Sapi Perah (Studi Kasus Di Kecamatan Pagerageung Kab. Tasikmalaya)

 

Diskonitinuitas Penerapan Inovasi Biogas Oleh Peternak Sapi Perah (Studi Kasus Di Kecamatan Pagerageung Kab. Tasikmalaya)


DISKONTINUITAS PENERAP AN INOV ASI BIOGAS
OLEHPETERNAKSAPIPERAH

(Studi Kasus di Kecamatan Pagerageung Kabupaten TasikmaJaya) ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700240268 Her D/R.25.1Perpustakaan Pusat (REF.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    268 Her D/R.25.1
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,; 150 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    268 Her D
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • DISKONTINUITAS PENERAP AN INOV ASI BIOGAS
    OLEHPETERNAKSAPIPERAH

    (Studi Kasus di Kecamatan Pagerageung Kabupaten TasikmaJaya)

    ABSTRAK

    Perkembangan usaha peternakan sapi perah selain memberikan dampak
    positif juga memberikan dampak negatif berupa pencemaran yang akan mengganggu
    keseimbangan lingkungan. Pemberian bantuan instalasi biogas merupakan salah satu
    upaya pemerintah untuk mendorong petemak melakukan pengolahan limbah temak
    yang lebih baik. Desa Guranteng sebagai sentra petemakan sapi perah di Kabupaten
    Tasikmalaya pemah beberapa kali mendapat bantuan instalasi biogas namun setelah
    dua tahun pemanfaatannya mengalami diskontinuitas. Penelitian ini bertujuan untuk
    mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi diskontinuitas penerapan inovasi
    biogas oleh petemak sapi perah. Secara teoritis diskontinuitas inovasi dipengaruhi
    oleh karakteristik inovasi, persepsi penerima, dan agen pembaharu.

    Metode yang digunakan adalah metode campuran (mix methode).

    Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen kuesioner, pedoman wawancara,
    observasi lapangan dan studi kepustakaan. Metode kuantitatif digunakan untuk
    menguji faktor-faktor yang mempengaruhi diskontinuitas inovasi, yaitu faktor
    karakteristik inovasi, faktor persepsi penerima, dan faktor agen pembaharu. Data
    penelitian dianalisis dengan menggunakan path analysis. Metode kualitatif digunakan
    untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi diskontinuitas
    inovasi biogas.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor karakteristik inovasi, faktor
    persepsi penerima, dan faktor agen pembaharu berpengaruh secara nyata terhadap
    diskontinuitas penerapan inovasi biogas oleh petemak sapi perah di Kabupaten
    Tasikmalaya dengan total pengaruh sebesar 51,6 %. Secara parsial ketiga variabel
    bebas tersebut memberikan pengaruh signifikan yaitu persepsi penerima sebesar 20,2
    %, agen pembaharu sebesar 19,1 % , dan karakteristik inovasi sebesar 12,2 %.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi