Detail Cantuman

Image of Pengaruh intervensi zikir asmaul husna terhadap tingkat kecemasan klien sindrom koroner akut di RSUP. DR. Mohammad Hoesin Palembang

 

Pengaruh intervensi zikir asmaul husna terhadap tingkat kecemasan klien sindrom koroner akut di RSUP. DR. Mohammad Hoesin Palembang


Penyakit jantung merupakan penyebab pertama kematian di dunia, salah
satunya adalah Sindrom Koroner Akut (SKA). Salah satu masalah klien SKA ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700007610.73 Luk p/R.22.133Perpustakaan Pusat (REF.133)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Luk p/R.22.133
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    ix, 102 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Luk p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penyakit jantung merupakan penyebab pertama kematian di dunia, salah
    satunya adalah Sindrom Koroner Akut (SKA). Salah satu masalah klien SKA
    yang dirawat di rumah sakit adalah kecemasan. Tingkat kecemasan klien SKA
    sedang sebanyak 12,3% dan berat sebanyak 21,0%, peningkatan gejala kecemasan
    sebesar 33,2% dan hanya 40% diantaranya yang mendapat pengobatan. Intervensi
    terhadap kecemasan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan psikologi dan
    spiritual masih sangat terbatas. Penelitian yang berbasis agama diperIukan untuk
    memastikan intervensi yang dilakukan bermanfaat bagi klien, salah satunya
    adalah intervensi Zikir Asmaul Husna (ZAH).

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi ZAH
    terhadap kecemasan klien SKA di RSUP dr Mohammad Hoesin Pal em bang.
    Desain yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan pendekatan Pretest­
    Posttest Control Group Design. Jumlah sampel sebanyak 42 responden yang
    diambil menggunakan number random trial, dibagi menjadi 19 responden dalam
    kelompok intervensi dan 23 responden dalam kelompok kontro1. Intervensi ZAH
    disuarakan oleh Haddad Alwi dan Ary Ginanjar Agustian, diberikan
    menggunakan media head phone selama 20 menit. Pengukuran kecemasan
    menggunakan State Trait Anxiety Inventory (STAI). Uji beda rerata kecemasan
    menggunakan Independent t test dan Mann- Whitney.

    Hasil penelitian mendapatkan sebagian besar diagnosis responden adalah
    ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI); 63,2% pada kelompok intervensi,
    dan 73,9% pada kelompok kontro1. Sebagian besar jenis kelamin responden
    adalah laki-laki; 63,2% pada kelompok intervensi, dan 78,3% pada kelompok
    kontro1. Usia re rata: pad a kelompok intervensi 54,84 tahun (7,654), dan 52,57
    tahun (11,735) pada kelompok kontrol. Rerata kecemasan pada kelompok
    intervensi ZAH; sebelum intervensi 53,16 (4,925), setelah intervensi 43,00
    (5,676), dan re rata perubahan antara sebelum dan setelah 18,83 (7,915).
    Sedangkan re rata kecemasan pada kelompok kontrol; sebelum intervensi 50,35
    (6,739), setelah intervensi 49,35 (6,899), dan rerata perubahan 2,235 (1,825).
    Terdapat perbedaan yang bennakna rerata kecemasan antara kelompok yang
    diberikan intervensi ZAH dengan kelompok kontrol (p= 0,002). Dan terdapat
    perbedaan rerata perubahan kecemasan antara kelompok yang diberikan intervensi
    ZAH dengan kelompok kontrol (p= 0,001).

    Simpulan, intervensi ZAH berpengaruh terhadap kecemasan klien SKA.

    Implikasi dari hasil penelitian ini, Zikir Asmaul Husna dapat dipertimbangkan dan
    dipergunakan sebagai terapi komplementer untuk menurunkan kecemasan klien,
    khususnya klien SKA. Intervensi ZAH juga dapat digunakan sebagai altematif
    intervensi pada penelitian lanjutan untuk mengatasi masalah kesehatan seperti
    kecemasan dan nyeri.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi