Detail Cantuman

Image of Pengaruh Komunikasi Terapetik Terhadap Tingkat Kecemasan Orangtua Anak Yang Dirawat Diruang Picu Dan Nicu Rsup Dr.Hasan Sadikin Bandung

 

Pengaruh Komunikasi Terapetik Terhadap Tingkat Kecemasan Orangtua Anak Yang Dirawat Diruang Picu Dan Nicu Rsup Dr.Hasan Sadikin Bandung


Pada saat seorang anak harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dapat
menyebabkan kecemasan bagi orangtua terutama jika anak dirawat di ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700095610.73 Adi p/R.22.40Perpustakaan Pusat (REF.40)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Adi p/R.22.40
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii, 103 hlm. ; ill. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Adi p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pada saat seorang anak harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dapat
    menyebabkan kecemasan bagi orangtua terutama jika anak dirawat di ruang
    perawatan intensif anak seperti Pediatric Intensive Care Unit (PlflU) atau
    Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Berkenaan dengan tingginya tingkat
    kecemasan orangtua tersebut, maka penting bagi perawat untuk memberikan
    intervensi pada orangtua untuk membantu mengatasi kecemasan yang dirasakan.

    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh komunikasi terapeutik
    terhadap tingkat kecemasan orangtua dari anak yang dirawat di ruang intensif dan
    mengeksplorasi faktor-faktor terkait kecemasan yang dirasakan orangtua serta
    mengeksplorasi komunikasi terapeutik yang diharapkan oleh orangtua.

    Desain yang digunakan adalah mixed method dengan menggunakan model
    concurrent embedded strategy. Secara kuantitatif penelitian dilakukan dengan
    rancangan pre-experimental designs dengan one group pretest-posttest design dan
    penelitian kualitatif dengan metode in depth interview.

    Hasil penelitian pada 29 responden dengan menggunakan alat ukur
    kecemasan State Trait Anxiety Inventory (ST AI), menunjukkan tingkat kecemasan
    sebelum intervensi 7% mengalami cemas ringan, 37,9% mengalami cemas
    sedang, 17,2% mengalami cemas berat dan 20,7% mengalami cemas sangat berat.
    Setelah dilakukan intervensi menunj ukkan tingkat kecemasan 62,1% cemas
    ringan, 17,2% cemas sedang, 10,3% cemas berat dan 10,3% cemas sangat berat.
    Setelah diuji, terdapat perbedaan yang bermakna antara re rata kecemasan sebelum
    dilakukan intervensi komunikasi terapeutik dengan rerata kecemasan sesudah
    dilakukan intervensi komunikasi terapeutik dengan nilai p 0,000. Faktor-falctor
    yang terkait dengan kecemasan orangtua antara lain kondisi anak, prosedur medis,
    biaya, dan kekhawatiran akan kondisi anak pasca perawatan di ruang intensif
    Komunikasi terapeutik yang diharapkan oleh orangtua untuk membantu mengatasi
    kecemasan yang dirasakan antara lain komunikasi terapeutik yang didalarnnya
    memberikan informasi, disediakannya ruang khusus dan waktu khusus untuk
    pemberian komunikasi terapeutik, adanya inisiatif dari perawat, memberikan
    dukungan spiritual saat melakukan komunikasi terapeutik dan beberapa informan
    mengungkapkan bahwa komunikasi terapeutik yang diharapkan adalah
    komunikasi terapeutik yang sama seperti yang dilakukan oleh peneIiti.

    Implikasi penelitian ini bahwa intervensi komunikasi terapeutik terbukti
    efektif menurunkan kecemasan sehingga dapat dipertimbangkan dalam pemberian
    asuhan keperawatan untuk mengatasi kecemasan orangtua anak yang dirawat di
    ruang intensif dan hasil penelitian dapat dijadikan data awal bagi penelitian
    lanjutan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi