<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32293">
 <titleInfo>
  <title>Pengaruh Komunikasi Terapetik Terhadap Tingkat Kecemasan Orangtua Anak Yang Dirawat Diruang Picu Dan Nicu Rsup Dr.Hasan Sadikin Bandung</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Adisti, Fanny</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvii, 103  hlm. ; ill. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada saat seorang anak harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dapat &#13;
menyebabkan kecemasan bagi orangtua terutama jika anak dirawat di ruang &#13;
perawatan intensif anak seperti Pediatric Intensive Care Unit (PlflU) atau &#13;
Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Berkenaan dengan tingginya tingkat &#13;
kecemasan orangtua tersebut, maka penting bagi perawat untuk memberikan &#13;
intervensi pada orangtua untuk membantu mengatasi kecemasan yang dirasakan. &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh komunikasi terapeutik &#13;
terhadap tingkat kecemasan orangtua dari anak yang dirawat di ruang intensif dan &#13;
mengeksplorasi faktor-faktor terkait kecemasan yang dirasakan orangtua serta &#13;
mengeksplorasi komunikasi terapeutik yang diharapkan oleh orangtua. &#13;
&#13;
Desain yang digunakan adalah mixed method dengan menggunakan model &#13;
concurrent embedded strategy. Secara kuantitatif penelitian dilakukan dengan &#13;
rancangan pre-experimental designs dengan one group pretest-posttest design dan &#13;
penelitian kualitatif dengan metode in depth interview. &#13;
&#13;
Hasil penelitian pada 29 responden dengan menggunakan alat ukur &#13;
kecemasan State Trait Anxiety Inventory (ST AI), menunjukkan tingkat kecemasan &#13;
sebelum intervensi 7% mengalami cemas ringan, 37,9% mengalami cemas &#13;
sedang, 17,2% mengalami cemas berat dan 20,7% mengalami cemas sangat berat. &#13;
Setelah dilakukan intervensi menunj ukkan tingkat kecemasan 62,1% cemas &#13;
ringan, 17,2% cemas sedang, 10,3% cemas berat dan 10,3% cemas sangat berat. &#13;
Setelah diuji, terdapat perbedaan yang bermakna antara re rata kecemasan sebelum &#13;
dilakukan intervensi komunikasi terapeutik dengan rerata kecemasan sesudah &#13;
dilakukan intervensi komunikasi terapeutik dengan nilai p 0,000. Faktor-falctor &#13;
yang terkait dengan kecemasan orangtua antara lain kondisi anak, prosedur medis, &#13;
biaya, dan kekhawatiran akan kondisi anak pasca perawatan di ruang intensif &#13;
Komunikasi terapeutik yang diharapkan oleh orangtua untuk membantu mengatasi &#13;
kecemasan yang dirasakan antara lain komunikasi terapeutik yang didalarnnya &#13;
memberikan informasi, disediakannya ruang khusus dan waktu khusus untuk &#13;
pemberian komunikasi terapeutik, adanya inisiatif dari perawat, memberikan &#13;
dukungan spiritual saat melakukan komunikasi terapeutik dan beberapa informan &#13;
mengungkapkan bahwa komunikasi terapeutik yang diharapkan adalah &#13;
komunikasi terapeutik yang sama seperti yang dilakukan oleh peneIiti. &#13;
&#13;
Implikasi penelitian ini bahwa intervensi komunikasi terapeutik terbukti &#13;
efektif menurunkan kecemasan sehingga dapat dipertimbangkan dalam pemberian &#13;
asuhan keperawatan untuk mengatasi kecemasan orangtua anak yang dirawat di &#13;
ruang intensif dan hasil penelitian dapat dijadikan data awal bagi penelitian &#13;
lanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Adisti, Fanny</note>
 <subject authority="">
  <topic>Komunikasi Terapeutik, Kecemasan Orangtua, Pediatr</topic>
 </subject>
 <classification>610.73 Adi p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>610.73 Adi p/R.22.40</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120700095</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.40)</sublocation>
    <shelfLocator>610.73 Adi p/R.22.40</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>32293</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 01:39:58</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-24 08:34:38</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>