Tingkat adopsi teknologi adaptasi dan mitigasi fenomena perubahan iklim oleh alumni sekolah lapang iklim (SLI) di kab. Majalengka
TINGKAT ADOPSI TEKNOLOGI ADAPTASI DAN MITIGASI
FENOMENA PERUBAHAN IKLIM OLEB ALUMNI SEKOLAB LAP ANG
IKLIM (SLI) DI KABUPATEN ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120700457 628 Kha T/R.25.282 Perpustakaan Pusat (REF.282) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 628 Kha T/R.25.282Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xv,;134 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 628 Kha TTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Khasanah, Uswatun -
TINGKAT ADOPSI TEKNOLOGI ADAPTASI DAN MITIGASI
FENOMENA PERUBAHAN IKLIM OLEB ALUMNI SEKOLAB LAP ANG
IKLIM (SLI) DI KABUPATEN MAJALENGKA
ABSTRAK
Perubahan iklim yang terjadi memberikan dampak pada sektor pertanian
yang mengancam ketahanan pangan dan keberlanjutan pembangunan pertanian.
Untuk itu pemerintah mengadakan Sekolah Lapang Ildim (SLI) untuk
meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam memanfaatkan
informasi iklim, kearifan lokal dan potensi sumberdaya air; menyusun strategi
tanam; serta meningkatkan sikap .kritis petani dalam mengambil keputusan
menyangkut upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi dan menganalisis tingkatan serta faktor-faktor yang
mempengaruhi adopsi teknologi adaptasi dan mitigasi fenomena perubahan iklim
oleh petani alumni SLI di Kabupaten Majalengka.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Data
kualitatif diperoleh dengan observasi, wawancara, dokumentasi, serta materi
audio dan visual, sedangkan data kuantitatif diperoleh dengan memberikan
kuesioner kepada alumni SLI secara random sampling.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat adopsi teknologi adaptasi dan
mitigasi fenomena perubahan iklim oleh alumni SLI bervariasi, yaitu 59~38%
responden tergolong sedang; 22~92% responden tergolong tinggi; dan 17~ 70%
tergolong rendah. Tingkatan adopsi tersebut dipengaruhi faktor internal (tingkat
pendidikan, jumlah anggota keluarga yang ditanggung, luas lahan garapan dan
status kepemilikannya, pengalaman, tingkat pendapatan, dan sikap terhadap
perubahan), faktor eksternal (ketersediaan sarana dan prasarana pertanian,
keaktifan berorganisasi, dan aktivitas penyuluhan), serta faktor inovatif
(keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, triabilitas, dan observabilitas).
Berdasarkan hasil analisis jalur, ketiga faktor adopsi tersebut secara bersama-sama
signifikan mempengaruhi tingkat adopsi dengan total pengaruh sebesar 56,1%,
sedangkan pengaruh faktor lain di luar model yang diteliti sebesar 43~90/o. Hasil uji
jal secara individu menunjukkan faktor eksternal dan inovatif berpengaruh
si . an terhadap tingkat adopsi teknologi.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






