Detail Cantuman

Image of Pengaruh guided imagery relaxation terhadap intensitas nyeri angina pectoris pada pasien sindrom koroner akut di RSUp. dr. Hasan Sadikin Bandung

 

Pengaruh guided imagery relaxation terhadap intensitas nyeri angina pectoris pada pasien sindrom koroner akut di RSUp. dr. Hasan Sadikin Bandung


Jantung memiliki otot yang tahan lelah dengan kemampuan memompa
setiap saat untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen, jika kebutuhan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700052610.73 Sum p/R.22.229Perpustakaan Pusat (REF.229)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Sum p/R.22.229
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 85 hlm,; 21 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Sum p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Jantung memiliki otot yang tahan lelah dengan kemampuan memompa
    setiap saat untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen, jika kebutuhan suplai
    oksigen tidak seimbang, maka dapat terjadi perubahan metabolisme secara
    anaerob yang menyebabkan penimbunan asam laktat dan perubahan pH,
    kemudian menstimulasi sistem persyarafan yang berada disekitar pembuluh darah
    arteri koroner, sehingga menimbulkan nyeri dada (angina pectoris). Guided
    imagery relaxation merupakan salah satu tekhnik sederhana dalam mengatasi
    nyeri. Fungsinya adalah untuk merangsang produksi endhorphin dalam darah
    yang berperan dalam relaksasi dan sebagai analgetik natural dalam mengurangi
    nyeri dada.

    Tujuan secara umum adalah untuk mengidentifikasi pengaruh guided
    imagery relaxation terhadap intensitas nyeri angina pectoris pada klien sindrom
    koroner akut. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan
    kelompok kontrol. Pemilihan sampel dengan consecutive sampling dengan kriteria
    inklusi dan ekslusi yaitu 23 pasien kelompok intervensi dan 23 kelompok kontrol,
    dengan uji statistik menggunakan Mann Wilhney test yaitu analisis bivariabel
    independent berjenis kategorik tidak berpasangan dan uji statistik Wilcoxon test
    analisis bivariabel untuk variabel dependent berjenis kategorik berpasangan
    dengan nilai p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi