Detail Cantuman

Image of Pengaruh penambahan ragi tape, lactobacillus plantarum, acctobacter acceti, enzim papain dan inhibitor sistein selama fermentasi biji kakao terhadap kandungan asam amino bebas, polifenol dan citra rasa kakao

 

Pengaruh penambahan ragi tape, lactobacillus plantarum, acctobacter acceti, enzim papain dan inhibitor sistein selama fermentasi biji kakao terhadap kandungan asam amino bebas, polifenol dan citra rasa kakao


Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor kakao terbesar di dunia.
Namun, kualitas biji kakao yang diekspor oleh Indonesia masih ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700229572 Nur pPerpustakaan Pusat (REF.14.182)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    572 Nur p/R.14.182
    Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii, 172 hlm. ; ill. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    572 Nur p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor kakao terbesar di dunia.
    Namun, kualitas biji kakao yang diekspor oleh Indonesia masih sangat rendah.
    Fermentasi merupakan inti dari proses pengolahan biji kakao karena dapat
    meningkatkan cita rasa kakao. Kakao telah lama diidentifikasi sebagai makanan
    kaya polifenol yang merupakan zat antioksidan, sehingga keberadaannya di dalam
    kakao sangat baik bagi kesehatan manusia. Tetapi dengan dilakukannya proses
    fermentasi akan mengakibatkan menurunnya kadar polifenol dalam biji kakao
    akibat adanya enzim polifenol oksidase yang mengoksidasi polifenol. Tujuan
    penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil fermentasi yang optimal,
    meningkatkan kadar asam amino bebas dan mencegah terjadinya penurunan
    kadar polifenol. Penelitian ini dirancang dengan rancangan acak lengkap dengan
    tujuh perlakuan dan tiga kali pengulangan. Perlakuan : (l) tanpa fermentasi, (2)
    fermentasi alami, (3) fermentasi dengan penambahan enzim papain pada hari ke-
    3, (4) fennentasi dengan penambahan inhibitor sistein pada hari ke-3 (5)
    fermentasi dengan penambahan ragi tape pada hari ke-O, 1. plantarum pada hari
    ke-l, A.aceti pada hari ke-2, (6) fermentasi dengan penambahan ragi tape pada
    hari ke-O, L. plantarum pada hari ke-I, Aaceti pada hari ke-2, dan papain pada
    hari ke-3 (7) fermentasi dengan penambahan ragi tape pada hari ke-O, 1.
    plantarum pada hari ke-I, Auceti pada hari ke-2, enzim papain clan inhibitor
    sistein pada bari ke-3. Biji kakao hasil fermentasi dikeringkan, kemudian
    dianalisis kadar asam amino bebas dengan metode kromatografi kertas dan
    HPLC, polifenol total dengan metode Ciocalteu, dan cita rasa kakao ditentukan
    dengan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi
    dengan perlakuan penambahan ragi tape, 1. plantarum, A.aceti, enzim papain dan
    inhibitor sistein dapat meningkatkan kadar asam amino bebas. F ermentasi dengan
    perlakuan penambahan inhibitor sistein dapat menghambat penurunan kadar
    polifenol. Fennentasi dengan perlakuan penambahan ragi tape, 1. plantarum, A.
    aceti, enzim papain, dan inhibitor sistein pada proses fermentasi biji kakao dapat
    meningkatkan aroma, rasa kakao, rasa aftertaste, rasa asam dan warna kakao dan
    menunmkan rasa sepat clan rasa off-flavor. Kesimpulan penelitian menunjukkan
    bahwa penambahan ragi tape, Lplantarum, A. aceti, enzim papain, dan inhibitor
    sistein selama fennentasi biji kakao dapat meningkatkan kadar asam amino bebas,
    mencegah penurunan polifenol, dan meningkatkan cita rasa kakao.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi