Detail Cantuman

Image of Pengalaman keluarga dalam penanganan penderita gngguan jiwa di desa Kersamanah kab. Garut

 

Pengalaman keluarga dalam penanganan penderita gngguan jiwa di desa Kersamanah kab. Garut


8bakti Permana: 220120090519; Pengalaman Keluarga dalam Penanganan Penderita
Gangguan Jiwa Di Desa Kersarnanah Kabupaten Garut; Program ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700049610.73 Pet p/R.22.171Perpustakaan Pusat (REF.171)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Pet p/R.22.171
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 109 hlm,; 21 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Pet p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • 8bakti Permana: 220120090519; Pengalaman Keluarga dalam Penanganan Penderita
    Gangguan Jiwa Di Desa Kersarnanah Kabupaten Garut; Program Magister Keperawatan
    Peminatan Keperawatan Komunitas, 2012; Pembimbing : Or. Deni K. Sunjaya, dr., DESS;

    . Juniarti, S.Kp., M.Kes., M.Nurs. .

    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan tingginya kasus penderita gangguan jiwa di
    Desa Kersamanah sehingga perlu digali lebih dalam faktor penyebab gangguan jiwa dan
    bagaimana keluarga menangani penderita gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk
    Iakukan eksplorasi yang menjadi penyebab gangguan jiwa dan penanganan keluarga
    terbadap penderita gangguan jiwa di masyarakat. Metode penelitian menggunakan penelitian
    kualitatif melalui pendekatan fenomenologi. Jumlah infonnan sebanyak 9 keluarga yang dipilih
    aesuai dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara
    meodal!lII1 dan observasi. Analisa data dilakukan melalui lima tahap yaitu transkripsi, reduksi,
    coding, categorizing, dan theorizing.

    Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan yaitu penyebab gangguan jiwa akibat
    faktor psikologis adalah ketakutan yang berlebihan dan harapan yang tidak tercapai dan faktor
    IOSial budaya yaitu perceraian! ditinggalkan, dan tidak disetujui pemikahan. Penanganan
    kduarga terhadap penderita gangguan jiwa dilakukan melalui pengobatan tradisional dan
    peugobatan medis, apabila tidak berhasil maka akan dilakukan pembatasan fisik seperti
    clikurung, diberok, dirantai, dipisahkan. Pengalaman melakukan perawatan selama bertahun­
    tabun akan membentuk persepsi keluarga terhadap penderita Upaya yang telah dilakukan
    cIaJam jangka waktu yang lama akan membentuk persepsi keluarga terhadap kesembuhan dan
    pngguan jiwa. Persepsi tersebut mempengaruhi car perawatan keluarga terhadap penderita.
    Perawatan keluarga akan dipengaruhi oleh kondisi psikologis keluarga seperti kekhawatiran,
    putus asa dan kesal. Kondisi sosial budaya keluarga juga berpengaruh pada perawatan
    luarga diantaranya labeling terhadap penderita, tidak adanya pandangan negatif dari

    IiDgkungan tetapi lingkungan bersikap tidak peduli terhadap keluarga penderita gangguan
    jiwa. Masalah yang sering muncul pada perawatan penderita yaitu kesulitan makan obat,
    masalah kebutuhan nutrisi clan kebersihan diri.

    Penamaan terhadap pendcrita gangguan jiwa yaitu teu damang (sakit), nuju kitu/ nuju
    JIeu (Sedang seperti iniI sedang seperti itu), feu emut (tidak ingat/ sadar) dan kajantenan
    (kejadian). Di masyarakat tidak ada pandangan negatif dari tetangga tetapi bersikap acuh.

    Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi masyarakat dalam meningkatkan
    kebersamaan dan kepedulian terhadap penderita, bagi dinas kesehatan untuk menyusun program
    bsebatan jiwa, bagi puskesmas untuk pengembangan perkesmas dan asuhan keperawatan
    keluarga, dan akhirnya dapat dijadikan pengembangan ilmu keperawatan jiwa masyarakat dan
    asuhan keperawatan keluarga.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi