Detail Cantuman

Image of Pengaruh Stimulasi Sensori Terhadap Nilai Glasgow Comascale (GCS) Pada Pasien Cendera Kepala Di Ruang Neurosurgical Critical Care Unit (NCCU) Rsup Dr. Hasan Sadiki Bandung

 

Pengaruh Stimulasi Sensori Terhadap Nilai Glasgow Comascale (GCS) Pada Pasien Cendera Kepala Di Ruang Neurosurgical Critical Care Unit (NCCU) Rsup Dr. Hasan Sadiki Bandung


Tingkat kesadaran merupakan salah satu indikator kegawatan dan prognosis
pada cedera kepala. Penurunan kesadaran pada cedera kepala di ukur ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700388610.73 Lum p/R.22.135Perpustakaan Pusat (REF.135)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Lum p/R.22.135
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 93 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Lum p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tingkat kesadaran merupakan salah satu indikator kegawatan dan prognosis
    pada cedera kepala. Penurunan kesadaran pada cedera kepala di ukur secara
    objektif dengan Glasgow Coma Scale (GCS). Penurunan kesadaran tersebut dapat
    mempengaruhi pemenuhaan kebutuhan dasar pasien. Beberapa penelitian
    menunjukan bahwa stimulasi sensori mampu memberikan efek neuroprotektif
    yang mencegah kerusakan sel-sel otak dari iskemik yang ditimbulkan cedera
    kepala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh stimulasi sensori
    terhadap nilai GCS pada pasien cedera kepala di Ruang Neurosurgical Critical
    Care Unit (NCCU) RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung.

    Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan pendekatan
    Pretest-Posttest Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan
    menggunakan non probability sampling jenis consecutive sampling. Jumlah
    sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden yang terbagi dalam dua
    kelompok, yaitu kelompok kontrol (15 responden) dan perIakuan (15 responden).
    Kelompok perIakuan, se lain mendapatkan terapi standar, ia juga mendapatkan
    stimulasi sensori (stimulasi olfaktori, auditori, taktil dan gustatori) selama 3 hari.
    Sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi standar saja. Penilaian
    GCS dilakukan di hari pertama sebelum pemberian stimulasi sensori dan dihari
    ketiga setelah pemberian stimulasi sensori. Perbedaan nilai GCS pada kelompok
    kontrol dan perIakuan dianalisis dengan dependent t test. Sedangkan pengaruh
    stimulasi sensori terhadap nilai GCS dianalisis dengan menggunakan independet t
    test. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh stimulasi sensori terhadap
    nilai GCS pada pasien cedera kepala di Ruang Neurosurgical Critical Care Unit
    (NCCU) RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung (p=O,041).

    Dampak dari penelitian ini adalah diharapkan stimulasi sensori sebagai
    terapi non-farmakologi bisa dipertimbangkan menjadi terapi komplementer dalam
    penanganan pasien cedera kepala.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi