Detail Cantuman

Image of Efisiensi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di kota sukabumi

 

Efisiensi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di kota sukabumi


EFISIENSI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASY ARAKA T
DI KOTA SUKABUMI

(Studi Kasus di Kelurahan Baros dan Kelurahan Na ggeleng) ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700268628.3 Ria E/R.25.300Perpustakaan Pusat (REF.300)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    628.3 Ria E/R.25.300
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;133 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    628.3 Ria E
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • EFISIENSI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASY ARAKA T
    DI KOTA SUKABUMI

    (Studi Kasus di Kelurahan Baros dan Kelurahan Na ggeleng)

    ABSTRAK

    Konsep pengelolaan sampah saat ini lebih ditekankan pada pengelolaan
    sampah pada sumbernya. Hal ini bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat
    dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pengelolaan sampah yang
    dilaksanakan di kelurahan yang telah dibangun TPST dan di kelurahan yang
    belurn dibangun TPST oleh Pemda dan faktor-faktor yang mempengaruhi
    partisipasi masyarakat dalarn pengelolaan sampah di lokasi penelitian.

    Penelitian dilakukan pada bulan September dan Oktober 2012 dengan
    menggunakan metode gabungan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif.
    Lokasi penelitian di kelurahan Baros dan Nanggeleng.

    Pengelolaan sampah di Kelurahan Nanggeleng yang tidak dibangun TPST
    oleh pernda, memiliki keunggulan yaitu pemilahan dilakukan di sumber sampah
    dan penyimpanan sampah di TPS kurang dari 2 hari. Di Baros, pemilahan
    dilakukan pada seluruh timbulan sampah yang dihasilkan sedangkan di
    Nanggeleng hanya 38,5 % masyarakat yang melakukan pemilahan. Secara
    lingkungan, Baros lebih efisien karena dapat mengurangi timbulan sampah
    sampah sampai 30% sedangkan Nanggeleng hanya 11,8 %. Secara ekonomi dan
    sosial, Nanggeleng lebih efisien.

    Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pemilahan sampah oleh
    masyarakat di Nanggeleng adalah (1) pengetahuan (2) keberadaan tokoh
    masyarakat penggerak (3) ekonomi (adanya biaya dan keuntungan ekonomi
    dengan rnengolah sampah), (4) ketersediaan alat pengolahan sampah dan jumlah
    ternpat sarnpah yang disediakan (5) ketersediaan temp at pengolahan sarnpah(6)
    Ketersediaan tenaga pengelola sampah, dan (7) koordinasi antar lembaga. Ada
    tiga faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pemilahan sarnpah di Baros yaitu
    pengetahuan, keberadaan tokoh masyarakat penggerak dan adanya keuntungan
    ekonomi dengan mengolah sampah.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi