Analisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian tidak diharapkan pada pasien kritis selama menjalani transportasi intra rumah sakit di rsup dr. hasan sadikin bandung
World Health Organization (WHO) menegaskan pentingnya kese1amatan
dalam pe\ayanan kepada pasien sehubungan dengan data kejadian tidak
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120700335 610.73 Was a/R.22.249 Perpustakaan Pusat (REF.249) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610.73 Was a/R.22.249Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xvii, 100 hlm. ; ill. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610.73 Was aTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Wasliyah, Siti -
World Health Organization (WHO) menegaskan pentingnya kese1amatan
dalam pe\ayanan kepada pasien sehubungan dengan data kejadian tidak
diharapkan (KTD) yang tidak kecil berkisar 3-16% (WHO, 2011). Pasien kritis
sangat berisiko untuk terjadinya KTD, terutama dalam proses transportasi. Insiden
KTD selama transportasi intra rumah sakit berkisar 6-70% (Waydhas,1999).
KTD transportasi di rumah sakit terkait dengan 3 faktor yaitu faktor alat, faktor
manusia atau staf atau petugas kesehatan dan faktor pasien. Adanya KTD saat
transportasi berupa desaturasi dan takipnea, tidak tersedianya dokumentasi dan
SOP terkait KTD transportasi serta pasien kritis yang masih diantar oleh petugas
yang kurang kompeten merupakan indikasi terjadinya hal yang membahayakan
pasien dan berpotensi untuk terjadinya KTD berulang di IGD RSHS.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
berkontribusi terhadap kejadian tidak diharapkan pada pasien kritis se1ama
menjalani transportasi intra rumah sakit di RSHS Bandung. Penelitian ini
merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi potong
Iintang. Sampel berjumlah 67 responden dengan menggunakan tehnik consecutive
sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi
pada saat proses transportasi intra rumah sakit pasien kritis berlangsung.
Hasil penelitian ditemukan terdapat 22 KTD (33%) pada proses
transportasi intra rumah sakit. Tidak ada hubungan antara KTD dengan faktor alat
(p value = 0,544) dan faktor petugas pengantar pasien (p value =0,660) pada
pasien kritis selama menjalani Tlr!~pO!1:~i intra rurnah sakit. Terdapat hubungan
antara KTD dengan faktor pasien pada pasien kritis selama menjaiani transportasi
intra rumah sakit (p value = O,000). Analisis regresi logistik tidak dilakukan
dikarenakan hanya terdapat 1 variabel yang signifikan saat pemilihan kandidat.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rekomendasi untuk rumah
sakit untuk membuat SOP serta panduan layanan terkait masalah transportasi
pasien kritis intra rumah sakit.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






