Detail Cantuman

Image of Pengaruh pelatihan manajemen pembinaan kesehatan lanjut usia terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan kordinator program lanjut usia di puskesmas kota Tasikmalaya

 

Pengaruh pelatihan manajemen pembinaan kesehatan lanjut usia terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan kordinator program lanjut usia di puskesmas kota Tasikmalaya


Pengaruh Pelatihan Manajemen Pembinaan Kesehatan Lanjut usia
Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan Koordinator Program
Lansia ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700004610.730 68 Har p/R.22.272Perpustakaan Pusat (REF.272)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.730 68 Har p/R.22.272
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix, 145 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.730 68 Har p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pengaruh Pelatihan Manajemen Pembinaan Kesehatan Lanjut usia
    Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan Koordinator Program
    Lansia di Puskesmas Kota Tasikmalaya.

    Kata kunci: Keterampilan, Pelatihan, Pengetahuan.
    Dudi Hartono, NPM. 131420090002

    Usia Harapan Hidup di Indonesia' dari tahun ke tahun terns meningkat, yang
    menyebabkan peningkatanjumlah penduduk lanjut usia (lansia). Pada lansia dapat
    terjadi berbagai masalah kesehatan akibat proses penuaan. Upaya yang dilakukan
    untuk membantu mempertahankan kesehatan lansia dengan pembinaan kesehatan
    di puskesmas. Pelaksanaan pembinaan kesehatan lanjut usia di Kota Tasikmalaya
    pencapaian cakupannya masih rendah. Koordinator program lansia di puskesmas
    harus memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang manajemen pembinaan
    kesehatan lanjut usia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
    pelatihan manajemen pembinaan kesehatan lanjut usia terhadap pengetahuan dan
    keterampilan koordinator program lansia di Puskesmas Kota Tasikmalaya.

    Disain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan tipe non randomized
    Pretest-Post test Group Design. Subjek penelitian adalah 20 responden dengan
    teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik total
    sampling. Instrumen untuk mengetahui variabel pengetahuan menggunakan
    kuesioner, sedangkan untuk variabel keterampilan menggunakan soal kasus dan
    lembar kerja. Data hasil penilaian selanjutnya dianalisis menggunakan uji paried t
    untuk variable pengetahuan, sedangkan untuk variable keterampilan
    menggunakan uji wilcoxon.

    Hasil penelitian, pengetahuan koordinator program lansia di puskesmas Kota
    Tasikmalaya meningkat 10,05 (14 %) dimana nilai rata-rata pengetahuan sebelum
    pelatihan 67,95 setelah pelatihan menjadi 78,0. Nilai keterampilan dalam
    membuat perencanaan pembinaan kesehatan lanjut usia meningkat 22,77; dimana
    nilai rata-rata keterampilan sebelum pelatihan 20,53 setelah pelatihan menjadi
    43,30. Berdasarkan hasil uji paired t berpasangan (variabel pengetahuan) dan uji
    wilcoxon (variabel keterampilan) masing-masing diperoleh nilai signifikansi p =
    0,001 (p < 0,05), berarti pelatihan manajemen pembinaan kesehatan lanjut usia
    berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan koordinator program
    lansia di Puskesmas Kota Tasikmalaya.

    Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara signifikan dan bermakna pelatihan
    manajemen pembinaan kesehatan lanjut usia dapat meningkatkan pengetahuan
    dan keterampilan koordinator program lansia di Puskesmas Kota Tasikmalaya.
    Pemegang program lansia di dinas kesehatan hendaknya menindaklanjuti dengan
    melakukan bimbingan dan supervisi dan kepala puskesmas melakukan monitoring
    dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan pembinaan kesehatan lanjut usia.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi