Detail Cantuman

Image of Pengaruh posisi tidur head op 30 terhadap penurunan tekanan intraokuler (TIO) pasien glaukoma di pusat mata nasional rumah sakit mata cicendo

 

Pengaruh posisi tidur head op 30 terhadap penurunan tekanan intraokuler (TIO) pasien glaukoma di pusat mata nasional rumah sakit mata cicendo


PROGRAM PENDIDIDKAAN MAGISTER KEPERA WAT AN

FAKUL TAS ILMU KEPERA WATAN UNIVERSITAS P ADJADJARAN

Tesis, Juli 2011

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110700254617.74 Sug p/R.22.299Perpustakaan Pusat (REF.299)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.74 Sug p/R.22.299
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 83 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    617.74 Sug p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PROGRAM PENDIDIDKAAN MAGISTER KEPERA WAT AN

    FAKUL TAS ILMU KEPERA WATAN UNIVERSITAS P ADJADJARAN

    Tesis, Juli 2011

    Teti Sugiarti

    Pengaruh Posisi Tidur Head Up 30° Terhadap Penurunan Tekanan Intra Okuler (TIO)
    Pasien Glaukoma di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

    xii + V Bab + 83 Halaman + 5 tabel + 2 Gambar + 7 lampiran

    ABSTRAK

    Penelitian ini dilatarbelakangi oIeh tingginya kejadian glaukoma dan tingginya resiko
    kebutaan yang dapat ditimbulkannya. Intervensi penurunan tekanan intraokuler
    cenderung terpusat pada tindakan medika mentosa dan pembedahan walaupun
    tekanan intra okuler tetap cenderung meningkat pasca tindakan tersebut. Diperlukan
    upaya tambahan guna membantu upaya penurunan tekanan intra okuler.

    Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh posisi tidur head up 30° terhadap nilai
    tekanan intra okuler. Penelitian dilakukan dengan quasi eksperimen dengan
    pengambilan sampel penelitian secara consecutive yang memenuhi kriteria yang
    ditetapkan. Jumlah sampel 36 orang yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan
    keIompok kontrol. Analisis data menggunakan uji wilcoxon dan Mann- Whitney
    dengan derajat kesalahan yang dipergunakan adalah a 0,05.

    Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata tekanan intra okuler
    sebelum dan setelah pasien tidur dengan posisi head up 30° (Pvalue 0,001) dengan
    rata-rata penurunan sebesar 5,28 mmHg. Sementara pada kelompok kontrol secara
    statistik tidak ditemukan adanya perbedaan tekanan intra okuler sebelum dan sesudah
    pasien tidur dengan posisi terlentang (pValue 0,542), walaupun tidak signifikan
    secara statistik tetapi secara substansi terjadi kenaikan tekanan intra okuler sebesar
    1,08 mmHg. Perbandingan antara dua kelompok menunjukkan tidak ada perbedaan
    tekanan intra okuler pada pengukuran sebelum intervensi pada keIompok kontrol dan
    kelompok intervensi (pVaIue 0,104). Tidak terdapat perbedaan rata-rata Tekanan
    Intrnokuler setelah intervensi antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi
    (pValueO,375). Pengujian statistik untuk rnernbandingkan antar kelornpok diperoleh
    hasil tidak ada perbedaan rata-rata Tekanan Intraokuler sebelum perlakuan antara
    keIompok kontrol dengan kelompok intervensi (pValue 0,104). Hasil yang sama juga
    menunjukkan tidak ada perbedaan rata-rata tekanan intra okuler setelah perlakuan
    antara kelompok intervensi dengan keIompok kontrol (pValue 0,375)

    Hasil penelitian ini merekomendasikan penerapan posisi tidur head up 30° disamping
    pemberian obat-obat standar anti glaukoma dalam upaya menurunkan tekanan intra
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi