Hubungan self efficacy dengan kualitas serangan pasien coronary artery diseases serangan pertama pasca rawat di high care unit rumah sakit immanuel Bandung
Coronary Artery disease merupakan pembunuh nom or satu di dunia
termasuk di Indonesia, penyakit coronary artery disease berdarnpak ke seluruh ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110700282 610.7 Gin h/R.22.19 Perpustakaan Pusat (REF.19) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610.7 Gin h/R.22.19Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik x, 104 hlm. ; ill. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610.7 Gin hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Ginting, Monika -
Coronary Artery disease merupakan pembunuh nom or satu di dunia
termasuk di Indonesia, penyakit coronary artery disease berdarnpak ke seluruh
aspek kehidupan baik pada pasien maupun keluarga, jika terjadi serangan ulang
maka akan terjadi kondisi lebih parah dan bahkan terjadi kematian. Serangan
ulang dapat terjadi sebagai akibat dari ketidaktahuan tentang pencegahan dan
pemantauan kondisi, hal ini terkait dengan self-efficacy dengan kualitas hidup
pada pasien CAD pasca serangan pertarna. Di Rurnah Sakit Irnrnanuel jurnlah
pasien CAD di ruang high care unit menduduki urutan pertama, dalam 2 bulan
terakhir tahun 2010 Jumlah pasien CAD yang menalarni serangan pertarna dan
serangan ulang adalah 60 orang, terdapat 3,85% yang mengalarni serangan ulang
dalamjangka waktu 3-20 hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan
kualitas hidup pasien CAD di Rumah Sakit Immanue1 Bandung. Desain
penelitian ini adalah cross sectional. Sampel sebanyak 58 responden yang didapat
dengan teknik purposivie sampling.Analisis statistik digunakan dengan uji chi
square dilanjutkan dengan Odds Rasio (OR).
Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy
dengan kualitas hidup, komponen self-efficacy yang paling dominan adalah
kognitif dengan p = 0,001 dengan OR=8,444. Karakteristik respond en tidak ada
hubungan yang signifikan dengan self-efficacy maupun dengan kualitas hidup.
Sirnpulan penelitian bahwa self-efficacy berhubungan secara signifikan
dengan kualitas hidup dan dapat memprediksi 74,1 % kualitas hidup. Pengukuran
self-efficacy perlu dimasukkan sebagai bagian dari kajian pasien CAD pasca
serangan pertarna untuk menuntun tenaga kesehatan dalarn melakukan asuhan
untuk meningkatkan kualitas hidup.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






