Pengalaman pasien coronary artery diseases mendapatkan terapi secara polofarmasi di hcu rumah sakit immanuel Bandung
Polifarmasi adalah penggunaan tiga obat atau lebih setiap hari.
Pengobatan yang kompleks pada pasien CAD berpotensi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110700291 610.7 Ros p/R.32 Perpustakaan Pusat (REF.32) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610.7 Ros p/R.32Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik xii, 109 hlm,; 21 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610.7 Ros pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Rosmawati N. -
Polifarmasi adalah penggunaan tiga obat atau lebih setiap hari.
Pengobatan yang kompleks pada pasien CAD berpotensi mengakibatkan
interaksi obat dan ditemukannya keluhan pasien CAD yang mendapatkan
terapi secara polifannasi sehingga merupakan pengalaman yang bermasalah
bagi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi
pengalaman pasien CAD yang mendapatkan terapi secara polifannasi di
ruang HCU RS. Immanuel Bandung.
Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Kriteria partisipan dalam penelitian ini adalah pasien CAD
yang dirawat di ruang HCU, mendapatkan terapi fannakologi sesuai kriteria
standar terapi 2: 3 obat-obatan yang berpotensi untuk berinteraksi : terdiri dari
beta blocker, nitrat, aspirin dan lain-lain, kesadaran compos mentis, memiliki
kemampuan dalam komunikasi, mampu menceritakan pengalamannya dengan
lancar, hemodinamik stabil dan bersedia ikut dalam penelitian.
Dari enam orang partisipan yang diwawancarai didapatkan tema dari
pengalaman dimensi bioIogis adalah respon positif dan respon negatif.
Respon positif yang dialami adalah perbaikan kondisi fisik dan respon
negatif yang diaIami adalah pusing, Iemas serta gusi berdarah. Pengalaman
dari dimensi psikoIogis adaIah respon berduka, kecemasan, beban yang terus
menerus dan pengaruh terhadap tubuh. Respon berduka yang ditandai dengan
berorientasi pada kesembuhan, kenyamanan dalam penjadwalan minum obat,
yakin bahwa pengobatan poIifarmasi sesuai dengan kebutuhan dan yakin akan
sembuh. Kecemasan yang dial ami diakibatkan memikirkan be ban biaya
pengobatan, khawatir akan efek samping yang mungkin timbuI khususnya ke
ginjal. Diperlukan upaya Iebih memperhatikan masalah fisik dan psikologis
secara komprehensif dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien
dengan CAD khususnya daIam penatalaksanaan pemberian obat. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






