Detail Cantuman

Image of Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan minum obat filariasis pada kegiatan pengobatan massal tahun 2010 di wilayah kerja puskesmas Soreang kab. Bandung

 

Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan minum obat filariasis pada kegiatan pengobatan massal tahun 2010 di wilayah kerja puskesmas Soreang kab. Bandung


Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketidakpatuhan Minum Obat
Filariasis Pada Kegiatan Pengobatan Massal Tahun 2010 Di Wilayah ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110700135610.7 Sug a/R.22.33Perpustakaan Pusat (REF.33)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.7 Sug a/R.22.33
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 135 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.7 Sug a
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketidakpatuhan Minum Obat
    Filariasis Pada Kegiatan Pengobatan Massal Tahun 2010 Di Wilayah Kerja
    Puskesmas Soreang Kabupaten Bandung. Keyakinan, takut reaksilefek obat,
    sosialisasi, pelayanan petugas, ketidakpatuhan minum obat. Sugiyanto,
    131420090001, Program Magister Keperawatan, Konsentrasi Keperawatan
    Komunitas, di bawah bimbingan Prof. Dr. Ridad Agoes, dr, MPH dan Ahmad
    Yamin, SKp, M.Kep, Sp.Kom., 2011.

    Abstrak

    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan jumlah cakupan pengobatan massal
    filariasis tahun 2010 di wilayah kerja Puskesmas Soreang. Berdasarkan laporan
    Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung diperoleh informasi bahwa pada tahun
    2009, cakupan eliminasi filariasis di Wilayah Kerja Puskesmas Soreang mencapai
    80% dari target yang ingin dicapai yaitu 85% dan pada tahun 2010 menurun
    hingga 53,13%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang
    berhubungan dengan ketidakpatuhan minum obat filariasis pada kegiatan
    pengobatan massal di Wilayah Kerja Puskesmas Soreang Kabupaten Bandung.
    Rancangan (desain) penelitian adalah penelitian observasional analitik dengan
    rancangan studi potong lintang (Cross Sectional Study) denganjumlah sampel379
    orang, teknik sampling menggunakan multistage cluster random sampling.
    Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan Focus Group Discussion.
    Pengolahan data melalui anlisis univariat, analisis bivariat dengan uji statistik Chi
    Square, analisis multivariat dengan menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil
    penelitian dengan analisis bivariat ditemukan adanya hubungan yang berrnakna
    antara pengetahuan, sikap, keyakinan, takut reaksilefek obat, sosialisasi,
    pelayanan petugas dengan ketidakpatuhan minum obat filariasis. Takut
    reaksi/efek obat merupakan variabel yang memiliki hubungan paling kuat dengan
    koefisien korelasi sebesar 0,64. Hasil analisis multivariat ditemukan adanya
    hubungan yang signifikan antara keyakinan (p=O,OOO), takut reaksilefek obat
    (p=O,OOO) dan pelayanan petugas (p=O,OO 1) dengan ketidakpatuhan minum obat
    filariasis. Didapatkan satu variabel yang paling dominan yaitu variabel takut
    reaksi/efek obat dengan OR = 12,95 yang berarti bahwa orang yang takut
    reaksi/efek obat memiliki peluang 12 kali untuk tidak patuh. Dampak dari
    penelitian ini diharapkan dilakukannya refleksi kasus dengan masyarakat dan
    pemberian penghargaan dengan meningkatkan dan menambah jumlah petugas
    kesehatan pada tingkat komunitas serta media massa dalam menerbitkan
    pemberiataan hendaknya memperhitungkan dampak negatif yang akan
    ditimbulkan dari pemberitaan.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi