Detail Cantuman

Image of Pengaruh kombinasi terapi musik dan terapi farmakologi terhadap intensitas nyeri pasien sindroma koroner akut di ruang intermediate high care instak\lasi gawat darurat RSUP Dr. Hasan Sadikin bandung

 

Pengaruh kombinasi terapi musik dan terapi farmakologi terhadap intensitas nyeri pasien sindroma koroner akut di ruang intermediate high care instak\lasi gawat darurat RSUP Dr. Hasan Sadikin bandung


PENGARUH KOMBINASI TERAPI MUSIK DAN TERAPI F ARMAKOLOGI
TERHADAP INTENSITAS NYERI PASIEN SINDROMA KORONER AKUT
DI RUANG INTERMEDIATE ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110700138610.7 Ros p/R.22.31Perpustakaan Pusat (REF.31)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.7 Ros p/R.22.31
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 74 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.7 Ros p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PENGARUH KOMBINASI TERAPI MUSIK DAN TERAPI F ARMAKOLOGI
    TERHADAP INTENSITAS NYERI PASIEN SINDROMA KORONER AKUT
    DI RUANG INTERMEDIATE HIGH CARE INSTALASI GAWAT DARURAT
    RSVP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG

    DEWI ROSMA W ARSARI

    ABSTRAK

    Sindroma Koroner Akut merupakan penyakit penyebab kematian yang utama
    dengan angka kematian yang relatif tinggi. Kematian pada pasien SKA sering
    timbuI mendadak dan tidak terduga sebelumnya, sehingga bila terjadi serangan
    memerlukan tindakan gawat darurat, pengobatan yang tepat, serta perawatan yang
    intensif. Pengaruh negatif dari nyeri dapat dikendalikan dengan penatalaksanaan
    yang adekuat -. melalui pendekatan multidisiplin kesehatan, disarankan untuk
    menggunakan kombinasi dengan terapi non farmakologi, baik itu digunakan salah
    satu secara sendiri atau kombinasi keduanya. Musik merupakan teknik intervensi
    non farmakologi yang aman, non invasif dan tidak memiliki efek samping, sering
    digunakan untuk mengurangi nyeri yang berhubungan dengan nyeri akut dan
    kronik.

    Disain penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimentaI dengan
    pendekatan pretest posttest two group design. SampeI berjumlah 62 orang yang
    diambiI secara purposive sampling. Kelompok perlakuan sebanyak 31 orang
    menerima kombinasi terapi musik dan terapi farmakologi dan 31 orang untuk
    kelompok kontroI hanya menerima terapi farmakologi. Intensitas nyeri diukur
    dengan menggunakan visual analogue scale (VAS). Evaluasi penelitian dilakukan
    setelah 30 menit diberikan periakuan.

    Hasil uji statistik intensitas nyeri sebeium dan sesudah terapi farmakologi
    menunjukkan ada perbedaan yang bermakna dengan nilai p=0,000 (P
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi