Detail Cantuman

Image of Pengaruh terapi komplementer keperawatan (akupunktur) terhadap mual pada pendirita yang menjalani pngobatan TB di puskesmas pameungpeuk dan baleendah kabupaten bandung

 

Pengaruh terapi komplementer keperawatan (akupunktur) terhadap mual pada pendirita yang menjalani pngobatan TB di puskesmas pameungpeuk dan baleendah kabupaten bandung


Pad a tahun 2009 angka kejadian kasus TB di dunia 9,4 rniliar sampai
dengan 11,1 rnilyar dengan angka kematian mencapai 1,7 juta orang. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110700163614.542 Hid p/R.22.287Perpustakaan Pusat (REF.287)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    614.542 Hid p/R.22.287
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii, 51 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    614.542 Hid p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pad a tahun 2009 angka kejadian kasus TB di dunia 9,4 rniliar sampai
    dengan 11,1 rnilyar dengan angka kematian mencapai 1,7 juta orang. Jumlah
    Kasus baru TB di Indonesia pad a tahun 2009 ditemukan 528.063, dengan
    kematian 91.369. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung rnenunjukkan dari
    2112 kasus TB . terdapat 33 orang yang mengalami dropout. Puskcsmas
    Pameungpeuk merupakan Puskesrnas yang merniliki kasus baru terbanyak pad a
    tahun 20 10 ya itu tercatat 172 dengan data DO 14 kasus. Pengobatan TB yang
    terputus akan mengakibatkan kuman TB menjadi resisten.

    Berdasarkan hasil wawancara terhadap 14 pasien DO, terdapat 5 orang
    yang merasa tidak nyaman akibat rasa rnual .Hal ini diperkuat dengan penelitian
    Dinesh Koju, yang mengungkapkan bahwa dari 61 penderita TB ,34 pasien
    (48,57%) mengalami mual meskipun telah diberikan obat untuk menghilangkan
    rasa mua!. Akupunkturmerupakan salah satu metoda kornplernenter yang bisa
    diterapkan untuk mengatasi keluhan mua!. Berdasarkan latar belakang terse but
    ,maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh akupunktur
    terhadap penurunan mual pada penderita yang menjalani pengobatan TB paru di
    Puskesmas Pameungpeuk dan Balaendah Kabupaten Bandung.

    Jenis penelitian adalah eksperirnen, dengan rancangan Two-Group

    Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien yang
    berobat ke Puskesmas Pameungpeuk dan Baleendah. Sampel yang diambil
    berjumlah 16 kasus dan 16 kontro!. Teknik pengurnpulan data melalui teknik
    wawancara terhadap keluhan mual yang dirasakan yang sebelumnya telah
    dilakukan pretest, dengan menggunakan instrument wawancara.

    Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas akupunktur terjadi mulai
    pad a terapi kunjungan ke-J karena diternukan sekitar 18,8 % responden yang telah
    dilakukan intervensi tidak merasakan keluhan mual. Paling efektif intervensi
    akupunktur terjadi pada hari ke 7 yaitu sekitar 93,7 %. Hal ini diperkuat dengan
    peneiitian Chistina Simadibrata pada tahun 2009, yang menyatakan bahwa
    Akupuntur efektif dalam mengatasi keluhan : mual, muntah, (96,67%) terhadap 15
    responden yang rnengalam i gangguan dyspepsia fungsional. S irn pulan dari
    peneiitian ini adalah terjadi penurunan rnual yang signifikan pad a pasien yang
    dilakukan akupunktur dan tidak terjadi penurunan mual pad a pasien kontrol.
    Peneiiti merekornendasikan agar ilmu akupunktur dapat dimiliki oleh perawat
    dan dapat dijadikan alternatif dalam mengatasi rnual pada penderita yang sedang
    menjalani pengobatan TB.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi