Detail Cantuman

Image of Pola politik identitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Kota Bandung)

 

Pola politik identitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Kota Bandung)


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pola politik
identitas yang dijalankan oleh Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700140320 Wal pPerpustakaan Pusat (REF.17.78)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320 Wal p/R.17.78
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    vi,;122 hlm ,;29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320 Wal p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pola politik
    identitas yang dijalankan oleh Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Kota
    Bandung guna mempertahankan eksistensinya sebagai kelompok minoritas dalam
    beragama. Kota Bandung dipilih sebagai lokasi penelitian ini karena Bandung
    merupakan ibu kota propinsi dimana secara politik pemerintahan akan menjadi
    tolak ukur mengenai kebijakan tentang keberadaan Jemaat Ahmadiyah Indonesia
    di Propinsi Jawa Barat. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif, dengan
    mengunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan melalui
    wawancara mendalam mengenai persepsi pihak terkait mengenai kebijakan
    tersebut. Data sekunder yang dikumpulkan berupa sumber tertulis mengenai
    kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pelarangan penyebaran faham
    Ahmadiyah serta peraturan perundangan dan berita mengenai tema penelitian
    terkait. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara Jemaat
    Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Kota Bandung dengan kelompok beragama lainnya
    khususnya Islam yang terletak pada masalah keyakinan (aqidah). Perbedaan
    tersebut menyangkut aqidah atau keyakinan penganut Ahmadiyah yang meyakini
    Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908), sang pendiri gerakan sebagai nabi, Isa al
    masih, dan Imam Mahdi yang dijanjikan. Keyakinan mereka mendapat penolakan
    dan pertentangan dari mayoritas umat Islam yang meyakini bahwa Nabi
    Muhammad SA W sebagai nabi terakhir sekaligus nabi penutup. Pertentangan
    mengenai aqidah ini melahirkan stereotip atau prasangka dan label yang
    dilekatkan oleh kelompok luar terhadap Ahmadiyah sebagai aliran sesat,
    menyesatkan, dan bukan kelompok Islam.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi