Detail Cantuman

Image of Peran alih fungsi lahan dalam perkembangan struktur sosial (kasus pada masyarakat di sekitar tambang galian -C , di desa cibeureum wetan , kecamatan cimalaka, kabupaten sumedang)

 

Peran alih fungsi lahan dalam perkembangan struktur sosial (kasus pada masyarakat di sekitar tambang galian -C , di desa cibeureum wetan , kecamatan cimalaka, kabupaten sumedang)


Penelitian ini mengkaji peran alih fungsi lahan dari sektor pertanian ke sektor
pertambangan dalam perkembangan struktur sosial masyarakat di ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700102301 Gin pPerpustakaan Pusat (REF.17.5)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 Gin p/R.17.5
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;226 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301 Gin p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini mengkaji peran alih fungsi lahan dari sektor pertanian ke sektor
    pertambangan dalam perkembangan struktur sosial masyarakat di sekitar tambang
    Galian-C, di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.
    Penelitian ini menggunakan pendekatan teori dimensi struktural. Dimensi struktural
    adalah salah satu dimensi perubahan sosial. Berdasarkan pendekatan dimensi
    struktural, sasaran yang dikaji adalah perubahan peranan dan munculnya peranan
    baru, perubahan struktur kelas sosial, dan perubahan kelembagaan sosial.

    Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif
    dengan mempertimbangkan kesesuaian substansi yang diteliti yaitu perubahan
    struktur sosial masyarakat Desa Cibeureum Wetan. Untuk mendapatkan informasi
    dilakukan wawancara dengan informan. Informan dipilih secara purposive sampling.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan peranan dan
    muncul peranan baru yang dialami kaum wanita, kaum petani, tokoh masyarakat,
    pemuda, kaum buruh, dan penyuluh pertanian lapangan. Selain itu terjadi perubahan
    struktur kelas sosial yang meliputi perubahan pekerjaan, peningkatan pendapatan,
    peningkatan mutu pendidikan, dan peningkatan luas kepemilikan lahan. Kelembagaan
    sosial di Desa Cibeureum Wetan mengalami perubahan. Kelembagaan sosial meliputi
    organisasi usaha tani, lembaga-lembaga pemerintahan, lembaga keluarga, dan
    lembaga gotong royong. Dalam kelembagaan usaha tani telah terjadi perubahan
    sistem upah. Sistem gadai mulai digantikan sistem sewa dan bagi hasil. Kelompok
    tani dan koperasi yang mewadahi usaha petani mulai muncul. Terjadi pergeseran
    peranan lembaga pemerintahan. Lembaga pemerintahan sudah tidak mendukung
    kegiatan pertambangan. Dalam lembaga keluarga, peran serta anak-anak petani dalam
    bertani semakin besar. Lembaga gotong royong mengalami sedikit perubahan, yakni
    masyarakat lebih memilih bergotong royong dengan menyumbang tenaga dibanding
    uang. Penerapan kerjasama liliuran dalam mengolah lahan pertanian semakin
    berkurang.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi