<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32190">
 <titleInfo>
  <title>Pidato Kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Terkait Perselisihan KPK Dan POLRI (analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk tentangn pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait perselisihan KPK Dan POLRI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fiqhi, Afif</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiii, 188  hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perselisihan yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan &#13;
Polisi Republik Indonesia (Polri) membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono &#13;
(SBY) memberikan pidato resmi menyangkut polemik KPK-Polri. Tujuan &#13;
penelitian ini adalah untuk menganalisis wacana teks pidato kebijakan Presiden SBY &#13;
terkait perselisihan KPK dan Polri. Metode penelitian yang digunakan dalam metode &#13;
kualitatif dengan pendekatan Kognisi Sosial yang dikembangkan oleh Teun AVan &#13;
Dijk yang melihat wacana bukan hanya dari struktur wacana, tetapi juga &#13;
menyertakan bagaimana wacana itu diproduksi. Wacana oleh Van Dijk dibentuk &#13;
oleh tiga dimensi yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Sumber data yang &#13;
digunakan adalah sumber data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan &#13;
data pada analisis teks dan studi pustaka. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini adalah bahwa tema atau topik yang terkandung dalam &#13;
teks pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyon pada hari Senin, tanggal 8 Oktber &#13;
2012 adalah mengenai perselisihan antara KPK dan Polri dan solusi pemecahannya, &#13;
Struktur teks pidato kebijakan Presiden SBY terkait perselisihan KPK dan Polri ini &#13;
diawali dengan &quot;pembukaan&quot; lalu dilanjutkan dengan &quot;isi&quot; dan diakhiri dengan &#13;
&quot;penutup&quot;. Dalam tataran pemakaian kata, unsur yang tampak pada wacana pidato &#13;
Presiden SBY terkait perselisihan antara KPK dan Polri adalah pemakaian kata-kata &#13;
persona, pemakaian kata yang bemuansa &quot;keterbukaan&quot;, dan pemakaian kata yang &#13;
bemuansa &quot;reformasi&quot;. Ketiga hal yang hampir menyebar ke semua wacana pidato &#13;
Presiden SBY terkait perselisihan antara KPK dan Polri ini dipakai dengan maksud &#13;
dan tujuan yang berbeda. Dalam pemakaian kalimat Presiden Susilo Bambang &#13;
Yudhoyono mengekspresikan dalam bentuk rangkaian kalimat. Dari segi &#13;
maksudnya, kalimat-kalimat yang diekspresikan Presiden Susilo Bambang &#13;
Yudhoyono ada yang berbentuk (a) kalimat ajakan, (b) kalimat seruan, (c) kalimat &#13;
harapan, (d) kalimat janji, dan (e) kalimat pemyataan. Pemakaian berbagai jenis &#13;
maksud kalimat ini disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dan jenis isu atau &#13;
tema yang dilontarkannya. &#13;
&#13;
Kognisi sosial teks pidato kebijakan Presiden SBY terkait perselisihan KPK &#13;
dan Polri adalah bahwa Presiden lebih menekankan bahwa KPK dan Polri &#13;
merupakan lembaga independen yang sebenamya tidak dapat diintervensi oleh &#13;
Presiden, karena KPK dan Polri dipilih oleh DPR. Konteks sosial. teks pidato &#13;
kebijakan Presiden SBY terkait perselisihan KPK dan Polri adalah dimana konflik &#13;
terjadi berawal dari penangkapan Kepala Korlantas Polri, Irjen Djoko Susilo dalam &#13;
kasus korupsi Simulator SIM oleh KPK. Selanjutnya, Polri melakukan penangkapan &#13;
terhadap penyidik KPK yaitu Kompol Novel Baswedan yang diduga terkait tindak &#13;
pidana dan melakukan penarikan terhadap 20 penyidik Polri di KPK. Adanya opini &#13;
dari DPR dalam merevisi Undang-Undang KPK membuat suasana dalam pelemahan &#13;
KPK semakin jelas. Masyarakat melakukan suatu dukungan baik melalui &#13;
demonstrasi maupun melalui media massa dan media sosial dalam mendukung KPK &#13;
dan menentang adanya upaya pelemahan terhadap KPK dan meminta presiden SBY &#13;
untuk menyelesaikan konflik tersebut.</note>
 <note type="statement of responsibility">Fiqhi, Afif</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kognisi sosial teks pidato kebijakan Presiden SBY </topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Fiq p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Fiq p/R.21.86</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130700201</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.21.86)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Fiq p/R.21.86</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>32190</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 00:53:50</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-05 08:28:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>