<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32178">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rachmat, Rina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>x, 136 hlm. ; ill. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>KONSEP DIRI &quot;BEMO&quot; DI KOT A BANDUNG &#13;
&#13;
(Studi Fenomenologi Tentang Konsep Diri &quot;Bemo&quot; (Bencong-Homo) Jalanan di &#13;
Bandung) &#13;
&#13;
Tesis dengan judul Konsep Diri &quot;Bemo&quot; di Kota Bandung bertujuan untuk &#13;
rnernahami alas an waktu pertama kali memutuskan untuk menjadi &quot;bemo&quot;, &#13;
sekaligus memahami motif menjadi &quot;bemo&quot; jalanan, yakni dorongan untuk &#13;
rnenetapkan pilihan perilaku &quot;bemo&quot;, memahami konsep diri &quot;bemo&quot; jalanan, &#13;
dan mengetahui simbol-simbol yang terbentuk dalam kelompok &quot;bemo&quot;. &#13;
&#13;
Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah: Apa motif yang mendorong &#13;
untuk menetapkan pilihan menjadi &quot;bemo&quot; jalanan? Bagaimana konsep diri &#13;
&quot;berno&quot; jalanan di kota Bandung? Serta simbol-simbol komunikasi apa saja yang &#13;
terbentuk dalam kelompok &quot;bemo&quot;? Metode yang digunakan dalam penelitian ini &#13;
adalah Metode Kualitatif dengan tradisi Fenomenologi. Subjek dalam penelitian &#13;
ini adalah &quot;bemo&quot; jalanan di kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan &#13;
rnetode wawancara mendalam dan observasi partisipasif. &#13;
&#13;
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa &quot;bemo&quot; jalanan dapat &#13;
dikategorikan menjadi dua, yakni sebagai Bemo Permanen dan Bemo Temporer &#13;
berkaitan dengan motivasi mereka untuk menjadi bemo jalanan. Bemo Permanen &#13;
adalah bemo yang merasa bahwa jalan hidup melacur adalah satu-satunya jalan &#13;
untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan kebutuhan keluarganya, karena &#13;
rnereka merasa tidak ada pekerjaan lain yang lebih sesuai dan lebih menjanjikan &#13;
untuk mereka yang berasal dari jenjang pendidikan yang rendah. Sementara itu, &#13;
Berno Temporer beralasan untuk turun ke jalan karena dirinya ingin memenuhi &#13;
kebutuhan sehari-hari sembari mencari pekerjaan tetap, dan untuk menghabiskan &#13;
waktu. &#13;
&#13;
Konsep diri Bemo Permanen maupun Bemo Temporer sama-sama negatif, &#13;
karena mereka sama-sama sadar bahwa melacur adalah pekerjaan yang tidak &#13;
pantas. Bedanya, bemo permanen memiliki konsep diri yang jauh lebih negatif &#13;
dibanding bemo temporer yang merasa percaya diri dan yakin, bahwa pekerjaan &#13;
sebagai bemo hanya sementara, dan merasa bahwa diri mereka mampu mencari &#13;
pekerjaan lebih baik yang mereka inginkan. Bemo Permanen lebih merasa rendah &#13;
diri dengan alasan mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu dan jenjang &#13;
pendidikan mereka rendah sehingga tidak mungkin bagi mereka untuk &#13;
rnenemukan pekerjaan yang memberi penghasilan sebanyak mereka bekerja &#13;
sebagai bemo jalanan. &#13;
&#13;
Perilaku komunikasi yang terbentuk dalam kelompok &quot;bemo&quot; dekat &#13;
dengan penggunaan bahasa waria. Perilaku bemo sensitif dan curiga dengan &#13;
&quot;orang luar&quot;. Simbol komunikasi verbal yang ditunjukkan bemo ialah istilahlkata­ &#13;
kata yang merujuk pada panggilanlsebutan terhadap orang, aktivitas saat bekerja &#13;
di jalanan dan kata kerja maupun kata sifat yang merujuk pada kegiatan sehari­ &#13;
hari. Mereka juga menyampaikan pesan nonverbal dari gaya berpakaian dan gaya &#13;
berdandan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Rachmat, Rina</note>
 <subject authority="">
  <topic>Perilaku komunikasi yang terbentuk dalam kelompok </topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Rac k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Rac k/R.21.148</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130700298</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.21.148)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Rac k/R.21.148</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>32178</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 00:53:50</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-01 09:23:48</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>