<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32148">
 <titleInfo>
  <title>Diskursus Membangun Ideologi Tandingan Dalam Masyarakat Marjinal (Analisis Wacana Teks Pemberitaan Abu Bakar Ba'asyir Di Majalah Sabili Dalam Perspektif Kognisi Sosial)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khotimah, Ema</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xii, 196 hlm,; 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Media massa dari waktu kc waktu terbukti telah bias dalam memberitakan &#13;
Islam dan Umat Muslim terutama saat membahas wacana terrorisme. Setiap &#13;
Muslim yang membaca suratkabar, menonton televisi dan mendengarkan siaran &#13;
radio tentunya menyadari akan hal ini. Sebagian besar media massa umumnya &#13;
meliput terrorisme secara gambling akhirnya mengidentikkan antara terorisme dan &#13;
Islam. Khususnya periode pasca serangan WTC, Pentagon dan born Bali, kata­ &#13;
kata yang menyudutkan seperti &quot;fundamentalisme&quot; kemudian dikait-kaitkan pada &#13;
sikap ekstrimisme dan akhirnya terorisme. Sejak itu, para ahli yang membahas &#13;
Islam dalam wacana terorisme disejajarkan dengan ideologi yang bersifat utopian &#13;
seperti fasisme dan komunisme, saat mereka membahas relasi Islam dan &#13;
terorisme. Dari waktii ke waktu setiap serangan born selalu dika.itkafi dengan &#13;
jaringan AI Qaidah yang dipercaya banyak pihak dipimpin oleh Osama Bin &#13;
Laden. Beberapa bulan sebelum pemboman di Bali, media massa telah memblow­ &#13;
up Abu Bakar Ba' asyir yang selalu disinyalir berhubungan dengan AI-Qaidah, &#13;
bahkan dia disebut sebagai sebagai pimpinan Jamaah Islamiyah yang dituduh &#13;
sebagai cabang Al Qaidah di Asia T enggara. Kemudian, beberapa hari setelah &#13;
pemboman di Bali, Ba'asyir ditangkap dan diadili atas keterlibatannya pada &#13;
serangan itu.Setelah itu, Ba'asyir menjadi ikon kedua disamping Osama Bin &#13;
Laden dalam wacana terorisme.Sekalipun di pengadilan Ba'asyir tidak terbukti &#13;
bertanggungjawab atas aktivitas terorisme dan keterlibatannya di Jamaah &#13;
Islamiyah, juga kontribusinya pad a serangan itu. Namun tetap saja Ba' asyir di &#13;
penjara. &#13;
&#13;
Buku ini mencoba menjelaskan begitu banyaknya faktor yang terlibat di &#13;
dalam wacana terorisme melalui analisis liputan Ba'asyir oleh media, khususnya &#13;
majalah Sabili yang merepresentasikan jurnalisme advokasi pada kasus Ba'asyir. &#13;
Analisis komparatif secara fragmentatif juga dilakukan terhadap beberapa tulisan &#13;
tentang Ba'asyir dan terorisme di beberapa media Barat. Kajian dalam buku &#13;
bersifat multidimensi atas wacana terorisme di media massa, seperti model &#13;
kognisi mental jurnalis, wacana hegemonik, politik, sosial, budaya, dan ideologi. &#13;
Kesemua aspek tersebut juga terekspresikan melalui struktur mikro wacana teks &#13;
di media massa. Diskursus terorisme dibedah melalui framework kognisi sosial &#13;
dari Teun Van.Dijk yang melibatkan model mental, pengetahuan, sikap, &#13;
ideologi.dan strategi wacana yang diproduksi. Dalam struktur makro, melibatkan &#13;
telaah secara sosial, budaya dan politik yang terlibat dalam proses diskursus &#13;
terorisme. Buku ini memberikan perspektif yang praktis dan komprehensif dalam &#13;
studi analisis wacana kritis ( critical discourse analysis ) baik secara teoritis, &#13;
metodologis dan praktis bagi peminat kajian wacana kritis. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Khotimah, Ema</note>
 <subject authority="">
  <topic>Media massa dari waktu kc waktu terbukti telah bia</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Kho d</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Kho d/R.21.107</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130700137</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.21.107)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Kho d/R.21.107</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>32148</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 00:53:50</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-01 14:14:24</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>