Detail Cantuman

Image of Konstruksi Makna Diri Penghafal Al Qur'an (studi fenomenologi konstruksi makna diri penghafal al qur'an di lembaga Tahfidz Qur'an, Pesantren Al Mutazam, Kuningan, Jawa Baratr)

 

Konstruksi Makna Diri Penghafal Al Qur'an (studi fenomenologi konstruksi makna diri penghafal al qur'an di lembaga Tahfidz Qur'an, Pesantren Al Mutazam, Kuningan, Jawa Baratr)


KONSTRUKSI MAKNA DIRI PENGHAFAL AL QUR' AN

(Studi FenomenoIogi Konstruksi Makna Diri PenghafaI Al Qur'an

di Lembaga ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700181302.2 Rin k/R.21.155Perpustakaan Pusat (REF.155)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Rin k/R.21.155
    Penerbit Magister Ilmu Komunikasi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 147 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Rin k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • KONSTRUKSI MAKNA DIRI PENGHAFAL AL QUR' AN

    (Studi FenomenoIogi Konstruksi Makna Diri PenghafaI Al Qur'an

    di Lembaga Tahfidz Qur'an Pesantren Al Multazam, Kuningan, Jawa Barat)

    Tesis dengan juduI Konstruksi Makna Diri Penghafal Al Quran, bertujuan
    untuk melihat bagaimana konstruksi makna diri penghafal Al Qur'an. Konstruksi
    makna diri ini diIihat secara eksternaI dan internal. Selain itu peneIitian ini juga
    bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana metode menghafaI yang diterapkan
    oIeh para penghafaI Al Qur' an. Metode penelitian yang digunakan adaIah metode
    kualitatif dengan pendekatan fenomenoIogi.

    Pertanyaan peneIitian yang diajukan adalah: Bagaimana makna diri
    dipahami secara eksternal oleh penghafal Al Qur'an? Bagaimana makna diri
    dipahami secara internal oleh penghafal Al Qur'an? Serta Bagaimana metode
    menghafal yang diterapkan oleh para penghafal Al Qur'an? Subjek dalam
    peneIitian ini adalah santri tahfidz Qur'an di Lembaga Tahfidz Qur'an Pesantren
    Al Multazam, Kuningan, Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan
    metode wawancara mendalam dan observasi partisipasif.

    Hasil penelitian mengungkapkan bahwa konstruksi makna diri santri
    tahfidz bermacam, tergantung dari kategori santri berdasarkan motivasi mereka
    menghafal. Santri dari hasil penelitian digolongkan dalam dua kategori yaitu
    kategori motivasi penuh dan motivasi lain . Secara garis besar mereka memaknai
    diri mereka dalam empat pemaknaan. Ada yang memaknai bahwa hal ini adalah
    hidayah yang tidak diberikan pada setiap orang. Ada juga memaknai diri mereka
    sebagai orang-orang yang terpilih, orang-orang yang dijamin Tuhan hidupnya.
    Dan yang terakhir ada yang memaknai bahwa apa yang dilakukan mereka
    sekarang adaIah sebuah batu Ionjatan.

    Konstruksi makna diri santri tahfidz secara internal cukup beragam.

    Melalui penilaian orang lain tanggapan juga beragam. Ada menanggapi biasa apa
    yang dinyatakan orang lain terhadap mereka, ada juga yang mengamini pendapat
    orang lain tersebut, sebagian justru menjadikan anggapan orang lain tersebut
    menjadi pendorong agar semakin giat lagi menghafaI, ada juga yang menganggap
    anggapan tersebut justru terIalu berIebihan karena mereka merasa belum menjadi
    sosok seperti yang ditanggapi oleh orang lain.

    Ada tiga metode yang diterapkan informan yaitu, menghafal dengan
    terlebih dahuIu membaca berulang-ulang, kemudian membaca sambil melihat
    terjemahannya sebelum dihafal, dan yang terakhir membagi sa tu halaman Al
    Qur'an daIam beberapa bagian. Banyak metode yang dilakukan oleh informan,
    kunci menghafal Al Qur'an agar hafalannya melekat di kepala justru tidak terIetak
    dari proses saat menghafal. Akan tetapi ketekunan dan seringnya murajaah
    (mengulang hafalanlah) yang paling berperan dalam kuat atau tidaknya hafalan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi