<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32146">
 <titleInfo>
  <title>Konstruksi Makna Diri Penghafal Al Qur'an (studi fenomenologi konstruksi makna diri penghafal al qur'an di lembaga Tahfidz Qur'an, Pesantren Al Mutazam, Kuningan, Jawa Baratr)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rinaldi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xv, 147 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>KONSTRUKSI MAKNA DIRI PENGHAFAL AL QUR' AN &#13;
&#13;
(Studi FenomenoIogi Konstruksi Makna Diri PenghafaI Al Qur'an &#13;
&#13;
di Lembaga Tahfidz Qur'an Pesantren Al Multazam, Kuningan, Jawa Barat) &#13;
&#13;
Tesis dengan juduI Konstruksi Makna Diri Penghafal Al Quran, bertujuan &#13;
untuk melihat bagaimana konstruksi makna diri penghafal Al Qur'an. Konstruksi &#13;
makna diri ini diIihat secara eksternaI dan internal. Selain itu peneIitian ini juga &#13;
bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana metode menghafaI yang diterapkan &#13;
oIeh para penghafaI Al Qur' an. Metode penelitian yang digunakan adaIah metode &#13;
kualitatif dengan pendekatan fenomenoIogi. &#13;
&#13;
Pertanyaan peneIitian yang diajukan adalah: Bagaimana makna diri &#13;
dipahami secara eksternal oleh penghafal Al Qur'an? Bagaimana makna diri &#13;
dipahami secara internal oleh penghafal Al Qur'an? Serta Bagaimana metode &#13;
menghafal yang diterapkan oleh para penghafal Al Qur'an? Subjek dalam &#13;
peneIitian ini adalah santri tahfidz Qur'an di Lembaga Tahfidz Qur'an Pesantren &#13;
Al Multazam, Kuningan, Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan &#13;
metode wawancara mendalam dan observasi partisipasif. &#13;
&#13;
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa konstruksi makna diri santri &#13;
tahfidz bermacam, tergantung dari kategori santri berdasarkan motivasi mereka &#13;
menghafal. Santri dari hasil penelitian digolongkan dalam dua kategori yaitu &#13;
kategori motivasi penuh dan motivasi lain . Secara garis besar mereka memaknai &#13;
diri mereka dalam empat pemaknaan. Ada yang memaknai bahwa hal ini adalah &#13;
hidayah yang tidak diberikan pada setiap orang. Ada juga memaknai diri mereka &#13;
sebagai orang-orang yang terpilih, orang-orang yang dijamin Tuhan hidupnya. &#13;
Dan yang terakhir ada yang memaknai bahwa apa yang dilakukan mereka &#13;
sekarang adaIah sebuah batu Ionjatan. &#13;
&#13;
Konstruksi makna diri santri tahfidz secara internal cukup beragam. &#13;
&#13;
Melalui penilaian orang lain tanggapan juga beragam. Ada menanggapi biasa apa &#13;
yang dinyatakan orang lain terhadap mereka, ada juga yang mengamini pendapat &#13;
orang lain tersebut, sebagian justru menjadikan anggapan orang lain tersebut &#13;
menjadi pendorong agar semakin giat lagi menghafaI, ada juga yang menganggap &#13;
anggapan tersebut justru terIalu berIebihan karena mereka merasa belum menjadi &#13;
sosok seperti yang ditanggapi oleh orang lain. &#13;
&#13;
Ada tiga metode yang diterapkan informan yaitu, menghafal dengan &#13;
terlebih dahuIu membaca berulang-ulang, kemudian membaca sambil melihat &#13;
terjemahannya sebelum dihafal, dan yang terakhir membagi sa tu halaman Al &#13;
Qur'an daIam beberapa bagian. Banyak metode yang dilakukan oleh informan, &#13;
kunci menghafal Al Qur'an agar hafalannya melekat di kepala justru tidak terIetak &#13;
dari proses saat menghafal. Akan tetapi ketekunan dan seringnya murajaah &#13;
(mengulang hafalanlah) yang paling berperan dalam kuat atau tidaknya hafalan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Rinaldi</note>
 <subject authority="">
  <topic>Konstruksi makna diri santri tahfidz secara intern</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Rin k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Rin k/R.21.155</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130700181</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.155)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Rin k/R.21.155</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>32146</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 00:53:50</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-30 09:32:22</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>