Detail Cantuman

Image of Makna identitas diri dalam sebuah oernikahan (studi fenomenologi tentang pernikahan campur antara suku batak dengan suku lainnya di banjarmasin, kalimantan selatan)

 

Makna identitas diri dalam sebuah oernikahan (studi fenomenologi tentang pernikahan campur antara suku batak dengan suku lainnya di banjarmasin, kalimantan selatan)


Penelitian tesis yang berjudul "Makna Identitas Diri dalam Sebuah
Pernikahan (Studi Fenomenologi Pernikahan Cam pur Suku Banjar dan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700347302.2 Man m/R.21.116Perpustakaan Pusat (REF.21.116)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Man m/R.21.116
    Penerbit Magister Ilmu Komunikasi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 253 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Man m
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian tesis yang berjudul "Makna Identitas Diri dalam Sebuah
    Pernikahan (Studi Fenomenologi Pernikahan Cam pur Suku Banjar dan
    Lainnya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan)" yang dilakukan oleh Ema
    Ferina Manalu di jenjang pendidikan Magister Ilmu Komunikasi ini bertujuan
    untuk mengetahui pengalaman hidup pemikahan campur yang terjadi di
    Banjarmasin, Kalimantan SeJatan. Dengan pertanyaan penelitian sebagai berikut:
    (1) Bagaimana memaknai identitas diri dalam pemikahan campur antar suku? (2)
    Bagaimana pola komunikasi antar pribadi yang terjadi dalam sebuah pemikahan
    campur? (3) Bagaimana adaptasi yang terjadi dalam sebuah pernikahan campur?

    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yang
    bertujuan menggali lebih dalam sebuah fenomena melalui sebuah pengalaman
    hidup.Subyek penelitian ini diperoleh dengan teknik purposive dengan
    menentukan kriteria-kriteria yang telah ditentukan untuk mencegah overlapping
    dan diperolehlah enam (6) orang wanita dari pasangan pemikahan campur. Lokasi
    penelitian bertempat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Teknik pengumpulan
    data yang digunakan yaitu dengan menggunakan wawancara mendalam (depth
    interview) serta dokumen-dokumen. Untuk menjaga objektivitas dari penelitian
    ini maka peneliti menggunakan triangulasi dalam menjaga keabsahan data yang
    diperoleh.

    Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam sebuah pemikahan campur antar
    suku akan menghasiJkan sebuah identitas baru dari hasil penyesuaian komunikasi
    dimana jawaban dari pertanyaan penelitian ini yaitu : (1) Makna identitas diri
    dalam sebuah pemikahan campur terbentuk karena budaya patrilineal dari
    pasangan dan karakteristik dalam memilih pasangan. Sehingga identitas diri
    dibedakan menjadi dua yaitu identitas diri sebelum (terbentuk dari karakter,
    budaya asaJ, lingkungan keluarga) dan setelah menikah (terbentuk dari pasangan,
    budaya pasangan, lingkungan / pergaulan) (2) Po la Komunikasi Antar pribadi
    dalam pemikahan campur dilakukan dalam bentuk penyesuaian komunikasi.
    Dihasilkan tiga po la yaitu adaptif, inisiatif dan dominan. (3) Adaptasi yang terjadi
    dalam sebuah pemikahan campur dilakukan untuk mempertahankan
    keharmonisan rumah tangga. Adapun bentuk-bentuk adaptasi yang dilakukan
    yaitu adaptasi bahasa, makanan, ritual dan adat istiadat, agama, serta pergaulan
    atau lingkungan.

    Penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkan minat untuk meneliti
    masalah kontak antar pribadi lebih lanjut, dengan harapan dapat memunculkan
    kesadaran diantara peJaku komunikasi dalam sebuah kehidupan pemikahan
    campur antar suku dalam menerima perbedaan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi