Detail Cantuman

Image of Interpretasi Simbol-Simbol Komunikasi Yakuza dalam Novel Yakuza Moon Karya Shoko Tendo (Analisis Hermeneutika Paul Ricoeur tentang Interpretasi Yakuza)

 

Interpretasi Simbol-Simbol Komunikasi Yakuza dalam Novel Yakuza Moon Karya Shoko Tendo (Analisis Hermeneutika Paul Ricoeur tentang Interpretasi Yakuza)


Ditha Amanda Putri, 210120100501. "Interpretasi Simbol-Simbol
Komunikasi Yakuza dalam Novel Yakuza Moon Karya Shoko Tendo (Analisis

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700320302.2 Put i/R.21.145Perpustakaan Pusat (REF.21.145)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Put i/R.21.145
    Penerbit Magister Ilmu Komunikasi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii, 245 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Put i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Ditha Amanda Putri, 210120100501. "Interpretasi Simbol-Simbol
    Komunikasi Yakuza dalam Novel Yakuza Moon Karya Shoko Tendo (Analisis
    Hermeneutika Paul Ricoeur tentang Interpretasi Yakuza)." Ketua Komisi Dr. Hj.
    Rd. Funny Mustikawati E., M.Si. dan Anggota Komisi Pembimbing Drs. H. Pawit
    M Yusup., MS. Program Magister Ilmu Komunikasi Konsentrasi Ilmu
    Komunikasi, Universitas Padjadjaran.

    Tujuan utama tesis ini adalah; (1) untuk menampilkan pemahaman
    simbolis yang digunakan penulis novel dalam mengkonstruksikan Yakuza; (2)
    untuk mengetahui makna-makna yang membentuk simbol Yakuza di dalam novel
    Yakuza Moon; (3) untuk mengungkapkan pemikiran simbolis Yakuza di dalam
    novel Yakuza Moon.

    Penelitian ini menggunakan pendekatan Hermeneutika Paul Ricoeur,
    dengan metode penelitian kualitatif melalui paradigma konstruktivisme mengenai
    bagaimana Yakuza menampilkan interpretasinya di masyarakat Jepang dalam
    novel Yakuza Moon.

    Hasil analisis data tesis ini adalah; (1) Perlakuan masyarakat Jepang
    terhadap yakuza sangat dipandang sebelah mata. Lingkungan di sekitar keluarga­
    keluarga yakuza penuh dengan kebencian dan kedengkian. Yakuza adalah orang
    tersingkir yang tak punya kesempatan menikmati bagaimana rasanya menjadi
    bagian dari sebuah masyarakat; (2) Penampilan yakuza yang dahulunya identik
    dengan penampilan yang nyentrik. Tetapi saat ini penampilan mereka jika dilihat
    sepintas akan sedikit susah dibedakan dengan orang kebanyakan; (3) Yakuza tidak
    mau ketinggalan untuk berpartisipasi dalam dunia bisnis yang menjanjikan
    keuntungan besar, bukan hanya dalam negeri, tetapi juga di luar; (4) Yakuza
    cenderung didominasi oleh kaum lelaki. Dalam yakuza, perempuan dianggap
    kaum yang lemah dan tidak bisa diandalkan, perempuan tidak bisa berkelahi
    seperti layaknya seorang laki-laki. Bagi yakuza seorang perempuan hanya
    bertugas menjadi seorang ibu, mengurus anak-anak dan merawat suami.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi