Detail Cantuman

Image of Dunia Intersubjektif Warga Penghayat Aliran Kebatinan Perjalanan : studi fenomenologi tentang kontruksi realitas warga penghayat aliran kebatinan perjalanan

 

Dunia Intersubjektif Warga Penghayat Aliran Kebatinan Perjalanan : studi fenomenologi tentang kontruksi realitas warga penghayat aliran kebatinan perjalanan


Dunia Intersubjektif Warga Penghayat Aliran Kebatinan Perjalanan (Studi
Fenomenologi tentang Konstruksi Realitas Warga Penghayat Aliran ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700515302.2 Mah d/R.21.52Perpustakaan Pusat (REF.52)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Mah d/R.21.52
    Penerbit Magister Ilmu Komunikasi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 257 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Mah d
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Dunia Intersubjektif Warga Penghayat Aliran Kebatinan Perjalanan (Studi
    Fenomenologi tentang Konstruksi Realitas Warga Penghayat Aliran Kebatinan
    Perjalanan); oleh Gayes Mahestu NPM 210120090526. Tesis Magister dengan
    Pembimbing : Prof.Dr.H.Engkus Kuswarno.Jvl'S (Ketua) dan Pramono Benyamin,
    Drs, MPd (Anggota). Universitas Padjajaran Bandung, 2012.

    Dilatarbelakangi adanya kelompok masyarakat yang memiliki kepercayaan
    berupa aliran kebatinan bukan agama seperti masyarakat yang pada umumnya
    berpandangan alran kepercayaan itu adalah sesat. Aliran Kebatinan Perjalanan
    itulah yang diyakini, aliran yang menggabungkon konsep Ketuhanan, Pancasila
    dan Budaya dalam ajarannya. Penelitian ini bermaksud untuk memahami
    konstruksi realitas yang dibentuk warga penghayat Aliran Kebatinan Perjalanan
    menyangkut motif, konsep diri, dan makna ngelampahi. Selain itu juga
    dimaksudkan untuk memahami makna simbol dalam ritual kliwonan yang
    diadakan oleh warga penghayat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
    mendeskripsikan makna dunia intersubjektif warga penghayat Aliran Kebatinan
    Perjalanan.

    Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan
    fenomenologi. Subjek penelitian yaitu warga penghayat Aliran Kebatinan
    Perjalanan di Kota Bandung dan Cimahi. Mengenai jumlah informan yang diteliti
    berjumlah tujuh orang penghayat dan penetapannya mengunakan purposive
    sampling.

    Hasil penelitian mengungkapkan bahwa warga penghayat memiliki motif
    menjadi penghayat dipengaruhi oleh faktor proses pembentukan kepercayaan
    yang terdiri dari unsur rasa, rumasa, dan tumarima. Kemudian berbicara konsep
    diri pada warga penghayat ditemukan bahwa interaksi dengan keluagra, sesama
    warga penghayat dan masyarakat mendorong munculnya konsep diri positif dan
    negatif. Berbicara mengenai makna ditemukan bahwa makna nglampahi bagi
    seorang penghayat dipengaruhi oleh pemahaman terhadap ajarannya, sehingga
    prilaku dalam ngelampahi berbeda pula.

    Ritual kliwonan ditemukan bahwa pesan verbal disampaikan dalam bentuk
    retorika yang disampaikan oleh sesepuh warga penghayat, berisi nasehat-nasehat
    tentang sejarah diri melalui nilai-nilai budaya kesundaan. Simbol tersebut
    memberikan gambaran mengenai pentingnya budaya luhur berdasarkan nilai-nilai
    budaya daerah dan nilai-nilai budaya nasional dalam setiap sendi kehidupan
    masyarakan dan negara sebagai alat pengamalan Pancasila. Kemudian simbol
    nonverbal ditampilkan melaui sesajen dalam ritual dimaknai sebagai tanda
    penghormatan atau rasa syukur terhadap semua yang terjadi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi