Detail Cantuman

Image of Konstruksi Makna Wisata Ritual Gunung kawi

 

Konstruksi Makna Wisata Ritual Gunung kawi


Judul Penelitian adalah Konstruksi Makna Wisata Ritual Gunung Kawi (Studi
Fenomenologi tentang Konstruksi Makna Wisata Ritual bagi Wisatawan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700033302.2 Cha k/R.21.69Perpustakaan Pusat (REF.21.69)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Cha k/R.21.69
    Penerbit Magister Ilmu Komunikasi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 140 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Cha k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Judul Penelitian adalah Konstruksi Makna Wisata Ritual Gunung Kawi (Studi
    Fenomenologi tentang Konstruksi Makna Wisata Ritual bagi Wisatawan Gunung
    Kawi di Kabupaten Malang) ; oleh Lupi Chandrasetya. Tesis Magister dengan
    Tim Pembimbing ; Dr. Suwandi Sumartias, M. 'Si (Ketua) dan Dr. Susanne Dida,
    M.M. (Anggota)

    Latar belakang penelitian ini adalah fenomena pelaksanaan ritual yang
    masih terus dilestarikan oleh masyarakat di pesarean Gunung Kawi sebagai wisata
    ritual yang masih menjunjung tinggi tradisi dan adat istiadat Jawa dari berbagai
    ragam etnis, keyakinan dan budaya yang ada pada pesarean Gunung Kawi. Tujuan
    dari penelitian ini untuk mengetahui pemahaman, pengalaman, dan pemaknaan
    ritual wisatawan dalam wisata ritual Gunung Kawi di Kabupaten Malang

    Metode penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif
    dengan tradisi fenomenologi yang merupakan pandangan berpikir yang timbul
    dari rasa kesadaran untuk mengetahui pengalaman subjektif manusia. Perspektif
    penelitian ini adalah fenomenologi Alfred Schutz serta teori interaksionisme
    simbolik yang dikemukakan oleh Blumer untuk menganalisis pemaknaan wisata
    ritual gunung kawi.

    Hasil penelitian motif wisatawan untuk melakukan ritual Gunung Kawi
    dapat dikelompokkan dalam tiga kategori motif, yaitu motif sosial, motif budaya,
    dan motif spiritual. Interaksi memberikan pengalaman terhadap diri individu akan
    dirinya sendiri dan dunia di luamya. Makna wisata ritual di Gunung Kawi sangat
    beragam. Dalam persepsi pengunjung sebagai individu (subjektif) makna ritual
    pemanjatan doa di pesarean Gunung Kawi adalah sebagai sarana untuk
    mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjaga hubungan antar umat manusia.
    Sedangkan dalam persepsi pengunjung pesarean sebagai masyarakat (objektit)
    maka makna ritual pemanjatan doa adalah untuk memperoleh berkah (simbol
    ekonomi), mempertahankan tradisi, dan sebagai sarana interaksi untuk kerukunan
    umat beragama.

    Kesimpulan penelitian ini adalah tujuan akhir dari wisata ritual di Gunung
    Kawi adalah untuk memperoleh keuntungan (berkah). Saran penelitian ini adalah
    masih banyak yang perlu dibenahi mulai dari infrastuktur yang belum memadai
    untuk mengendalikan intensitas pengunjung yang datang.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi