Detail Cantuman

Image of Peran konstruksi sosial organisasi keagamaan dalam upaya penenggulangan terorisme di Sulawesi  tengah

 

Peran konstruksi sosial organisasi keagamaan dalam upaya penenggulangan terorisme di Sulawesi tengah


Terorisme menjadi gejala global dengan dampak yang ditimbulkan menyebar
ke segenap aspek kehidupan mulai dari politis, ekonomis, kultural ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700008301 Wij pPerpustakaan Pusat (REF.17.15)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 Wij p/R.17.15
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x,; 173 hlm,;29,4cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301 Wij p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Terorisme menjadi gejala global dengan dampak yang ditimbulkan menyebar
    ke segenap aspek kehidupan mulai dari politis, ekonomis, kultural hingga teologis.
    Dampak psikologis, sosiologis, dan politis inilah yang membuat terorisme menjadi
    sesuatu yang menakutkan sehingga tepat kiranya jika dikatakan terorisme sebagai
    kejahatan luar biasa atau extraordinary crime. Untuk melaksanakan proses
    penanggulangan terorisme tersebut dibutuhkan keterlibatan para pemuka, tokoh dan
    ulama serta keterlibatan organisasi-organisasi keagamaan.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji peran konstruksi
    sosial organisasi keagamaan dalam upaya penanggulangan terorisme khususnya oleh
    Pmgurus Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah dan AI Khairaat Sulawesi.
    Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif-studi kasus, dengan teknik
    pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi, serta di
    analisa dengan analisa kualitatif.

    Analisa penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sosial yang dilaksanakan
    organisasi keagamaan sebagai upaya penanggulangan terorisme yang terjadi di
    Sulawesi Tengah dilakukan dengan : Proses eksternalisasi atas realitas terorisme yang
    dilakukan oleh Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah dan
    Perhimpunan Alkhairaat menghasilkan sikap : PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah
    menolak aksi-aksi terorisme dengan alasan apapun akan tetapi aksi-aksi terorisme
    hanyalah merupakan reaksi atas realitas yang tidak adil yang menimpa umat Islam
    baik ditingkat internasional, nasional maupun regional Sulawesi Tengah.
    Perhimpunan Alkhairaat menolak aksi-aksi terorisme dengan alasan apapun. Aksi
    terorisme lahir dari kesalahan pemahaman dan pemaknaan ajaran agama yang dianut
    oleh pelaku aksi terorisme. Dalam konstruksi sosial sebagai upaya penanggulangan
    terorisme, Eksternalisasi sikap dan nilai kedalam bentuk tindakan menghasilkan
    keterlibatan organisasi keagamaan dalam upaya penanggulangan terorisme. Dalam
    konstruksi sosial sebagai upaya penanggulangan terorisme, organisasi keagamaan
    mensosialisasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai dan pemahaman yang
    dianggap dapat men counter pernahaman radikal yang membenarkan aksi kekerasan.
    Nilai dan pemahaman tersebut adalah: PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah
    mensosialisasikan dan menginternalisasikan nilai dan pemahaman : Islam rahmatan
    lil alamin, amar maruf nahi mungkar tanpa kekerasan, nasionalisme dan Pancasila,
    wawasan keislaman kosmopolitan, dialog peradaban dan antar iman. Perhimpunan
    Alkhairaat mensosialisasikan dan mengintemalisasikan nilai dan pemahaman : Ahlul
    Sunnah Wal Jamaah, Tazkiyatun Nafs (penyucian diri) dan prinsip ukhuwah
    islamiyah, ukhuwah wathaniyah serta ukhuwah insaniyah
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi