Detail Cantuman

Image of Komunikasi bisnis kaum waria ( studi fenomenologi komunikasi bisnis pada kaum waria di kota Bandung)

 

Komunikasi bisnis kaum waria ( studi fenomenologi komunikasi bisnis pada kaum waria di kota Bandung)


Fenomenologi Komunikasi Bisnis pada Kaum Waria di Kota Bandung)". Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan Komunikasi Bisnis ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700003302.2 Pra kPerpustakaan Pusat (REF.17.24)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Pra k/R.17.24
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii,;150 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Pra k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Fenomenologi Komunikasi Bisnis pada Kaum Waria di Kota Bandung)". Tujuan
    dari penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan Komunikasi Bisnis Kaum Waria
    di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian
    Kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Fenomenologi merupakan
    pandangan berfikir yang menekankan pada pengalaman-pengalaman subjektif
    manusia.

    Dalam studi penelitian ini, peneliti berusaha meneari dan menguraikan
    dunia bisnis kaum waria. Dalam penelitian fenomenologi ini, peneliti tidak
    memiliki asumsi apa-apa mengenai bisnis yang dijalankan oleh kaum waria, tidak
    menyimpulkan seeara langsung mengenai bisnis yang dijalankan kaum waria ini
    sebelum mendialogkannya seeara eermat.

    Hasil dari penelitian ini adalah Motif-motif yang mendorong para waria dalam
    melakukan bisnis antara lain adalah motif ekonomi dan motif sosial. Motif ekonorni yaitu
    motif yang didasari oleh pemenuhan kebutuhan hidup mereka baik yang bersifat jangka
    pendek maupun jangka panjang, juga untuk memperoleh keuntungan berupa materi.
    Motif sosial adalah motif yang didasari oleh rasa pengakuan akan keberadaan mereka
    ditengah-tengah masyarakat, pembuktian diri bahwa mereka tidak selalu bertindak atau
    berbuat di luar norma-norma masyarakat. Aktivitas komunikasi yang dilakukan para
    waria yang berlangsung selama menjalankan bisnis antara lain komunikasi dalam
    keluarga, komunikasi dengan pegawai, komunikasi dengan pelanggan, dan komunikasi
    dengan masyarakat. Komunikasi dengan keluarga terjadi di lingkungan keluarga,
    Komunikasi dengan pegawai, terjadi di dalam organisasi bisnis, biasanya bertatap muka
    langsung, atau terkadang menggunakan media berupa telepon, pesan komunikasi yang
    terjadi biasanya berupa anjuran agar dapat melayani pelanggan dengan baik. Komunikasi
    dengan pelanggan, ditujukan agar pelanggan tetap memakai jasa mereka, dengan adanya
    pelanggan, maka bisnis yang mereka jalankan bisa tetap bertahan. Terakhir adalah
    komunikasi dengan masyarakat, para waria hidup ditengah-tengah masyarakat dan juga
    membuka usaha di antara masyarakat umum, komunikasi yang mereka jalin dengan
    masyarakat ditujukan untuk penerimaan masyarakat terhadap diri mereka secara individu
    dan juga penerimaan terhadap bisnis mereka. Para waria ini memaknai bisnis secara
    berbeda-beda satu sama lain, di antaranya adalah bisnis dimaknai sebagai cara untuk
    mendapatkan keuntungan, rnakna lainnya adalah bisnis adalah sesuatu yang harus
    diwariskan kepada generasi penerusnya, makna lainnya adalah bisnis adalah sebuah
    komitmen, kornitmen dipandang sebagai konsistensi mereka dalam mempertahankan
    bisnisnya. Para waria ini pun memaknai komunikasi, antara lain, komunikasi sebagai
    sebuah usaha untuk mempertahankan bisnis, dan komunikasi adalah sebuah kebutuhan.
    Pengalaman-pengalaman yang dialami oleh para waria dalam melakukan komunikasi
    bisnis tidak jauh dari faktor psikologis mereka. Adanya stereotype dari masyarakat
    membuat mereka merasa tinggal dilingkungan yang diisolasi, sehingga ruang gerak
    mereka untuk berbisnis menjadi tidak luas, disisi lain, bisnis yang berhubungan dengan
    wanita, menjadi lahan yang cukup menjanjikan bagi mereka.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi