<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32106">
 <titleInfo>
  <title>Komunikasi bisnis kaum waria ( studi fenomenologi komunikasi bisnis pada kaum waria di kota Bandung)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pratiwi, Widya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Sosial Dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xii,;150 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fenomenologi Komunikasi Bisnis pada Kaum Waria di Kota Bandung)&quot;. Tujuan &#13;
dari penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan Komunikasi Bisnis Kaum Waria &#13;
di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian &#13;
Kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Fenomenologi merupakan &#13;
pandangan berfikir yang menekankan pada pengalaman-pengalaman subjektif &#13;
manusia. &#13;
&#13;
Dalam studi penelitian ini, peneliti berusaha meneari dan menguraikan &#13;
dunia bisnis kaum waria. Dalam penelitian fenomenologi ini, peneliti tidak &#13;
memiliki asumsi apa-apa mengenai bisnis yang dijalankan oleh kaum waria, tidak &#13;
menyimpulkan seeara langsung mengenai bisnis yang dijalankan kaum waria ini &#13;
sebelum mendialogkannya seeara eermat. &#13;
&#13;
Hasil dari penelitian ini adalah Motif-motif yang mendorong para waria dalam &#13;
melakukan bisnis antara lain adalah motif ekonomi dan motif sosial. Motif ekonorni yaitu &#13;
motif yang didasari oleh pemenuhan kebutuhan hidup mereka baik yang bersifat jangka &#13;
pendek maupun jangka panjang, juga untuk memperoleh keuntungan berupa materi. &#13;
Motif sosial adalah motif yang didasari oleh rasa pengakuan akan keberadaan mereka &#13;
ditengah-tengah masyarakat, pembuktian diri bahwa mereka tidak selalu bertindak atau &#13;
berbuat di luar norma-norma masyarakat. Aktivitas komunikasi yang dilakukan para &#13;
waria yang berlangsung selama menjalankan bisnis antara lain komunikasi dalam &#13;
keluarga, komunikasi dengan pegawai, komunikasi dengan pelanggan, dan komunikasi &#13;
dengan masyarakat. Komunikasi dengan keluarga terjadi di lingkungan keluarga, &#13;
Komunikasi dengan pegawai, terjadi di dalam organisasi bisnis, biasanya bertatap muka &#13;
langsung, atau terkadang menggunakan media berupa telepon, pesan komunikasi yang &#13;
terjadi biasanya berupa anjuran agar dapat melayani pelanggan dengan baik. Komunikasi &#13;
dengan pelanggan, ditujukan agar pelanggan tetap memakai jasa mereka, dengan adanya &#13;
pelanggan, maka bisnis yang mereka jalankan bisa tetap bertahan. Terakhir adalah &#13;
komunikasi dengan masyarakat, para waria hidup ditengah-tengah masyarakat dan juga &#13;
membuka usaha di antara masyarakat umum, komunikasi yang mereka jalin dengan &#13;
masyarakat ditujukan untuk penerimaan masyarakat terhadap diri mereka secara individu &#13;
dan juga penerimaan terhadap bisnis mereka. Para waria ini memaknai bisnis secara &#13;
berbeda-beda satu sama lain, di antaranya adalah bisnis dimaknai sebagai cara untuk &#13;
mendapatkan keuntungan, rnakna lainnya adalah bisnis adalah sesuatu yang harus &#13;
diwariskan kepada generasi penerusnya, makna lainnya adalah bisnis adalah sebuah &#13;
komitmen, kornitmen dipandang sebagai konsistensi mereka dalam mempertahankan &#13;
bisnisnya. Para waria ini pun memaknai komunikasi, antara lain, komunikasi sebagai &#13;
sebuah usaha untuk mempertahankan bisnis, dan komunikasi adalah sebuah kebutuhan. &#13;
Pengalaman-pengalaman yang dialami oleh para waria dalam melakukan komunikasi &#13;
bisnis tidak jauh dari faktor psikologis mereka. Adanya stereotype dari masyarakat &#13;
membuat mereka merasa tinggal dilingkungan yang diisolasi, sehingga ruang gerak &#13;
mereka untuk berbisnis menjadi tidak luas, disisi lain, bisnis yang berhubungan dengan &#13;
wanita, menjadi lahan yang cukup menjanjikan bagi mereka. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Pratiwi, Widya</note>
 <subject authority="">
  <topic>Penelitian iru berjudul &quot;Komunikasi Bisnis Kaum Wa</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Pra k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Pra k/R.17.24</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120700003</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.24)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Pra k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>32106</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 00:53:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-10 08:43:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>