Perkawinan mut'ah antara warga negara asing (Warga negara Arab) dengan warga negara Indonesia berdasarkan undang - undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan dan perspektif hukum islam
ABSTRAK
Hukum mengatur perilaku manusia dalam setiap hubungan hukum yang dilakukannya, termasuk perkawinan, walaupun telah ada peraturan yang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110700378 364.016 Mer p/R.11.90 Perpustakaan Pusat (R.11.90) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 346.016 Mer p/R. 11.90Penerbit Program Magister Kenotariatan F. Hukum Unpad : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik ix, 134 hlm. Ilus : 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 346.016 Mer pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Dona Merkasari -
ABSTRAK
Hukum mengatur perilaku manusia dalam setiap hubungan hukum yang dilakukannya, termasuk perkawinan, walaupun telah ada peraturan yang jelas dan yang telah ditetapkan oleh Agama dan Pemerintah mengenai perkawinan , namun pada kenyataannya masih saja sering terjadi di dalam masyarakat suatu bentuk pelaksanaan perkawinan yang syaratnya tidak terpenuhi dan tidak diatur dalam Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, akan tetapi marak terjadi di tengah-tengah masyarakat, perkawinan tersebut dinamakan dengan Kawin Kontrak, di kalangan pemuka Islam dikenal dengan Nikah Mut'ah. Adapun maksud dan tujuan penulisan tesis ini adalah untuk mendapatkan kepastian mengenai keabsahan perkawinan mut'ah menurut undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Perspektif Hukum Islam serta untuk memperoleh gambaran mengenai akibat hukum dari perkawinan mut'ah terhadap kedudukan istri, anak dan harta kekayaan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Perspektif Hukum Islam.
Penelitian hukum ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan menggunakan data sekunder. Adapun teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara studi kepustakaan dan wawancara. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode yuridis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa perkawinan mut'ah tersebut merupakan perkawinan yang tidak sah karena tidak sesuai dengan apa yang diatur di dalam Pasal-Pasal yang terdapat di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan juga tidak sesuai dengan perspektif Hukum Islam karena sudah ada hadist nabi yang menyatakan kalau perkawinan mut'ah itu adalah haram, adapun akibat dari perkawinan mut'ah tersebut menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan adalah istri tidak dianggap sebagai istri sah, anak di anggap sebagai anak yang tidak sah dan tidak adanya campur harta antara suami dan istri sedangkan akibat hukum perkawinan mut'ah menurut perspektif Hukum Islam adalah istri tidak berhak mendapatkan harta warisan dari suaminya, anak menjadi anak zina dan tidak berhak mendapat harta warisan dari ayahnya, dan istri tidak berhak atas harta kekayaan suaminya.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






