<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32094">
 <titleInfo>
  <title>Hubungan intensitas komunikasi melalui internet dengan sosiabilitas individu :</title>
  <subTitle>studi korelasional tentang Computer-Mediated Communication pada mahasiswa di Bandung</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tamtomo, Tomi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxvi, 313 hlm.; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Intensitas komunikasi melalui Internet telah dinyatakan oleh teori Tie Strength and Media Use sebagai faktor yang dapat memberikan dampak positif pada keeratan ikatan sosial yang dimiliki oleh seorang individu yang berada dalam lingkungan di mana tersedia perangkat komputer yang memiliki akses Internet. Teori tersebut berargumentasi bahwa akses Internet yang dimiliki oleh seorang individu akan menjadi pelengkap yang unggul pada repertoar media yang dimilikinya dalam rangka memelihara keeratan ikatan sosial yang telah ada atau mengembangkan ikatan sosial yang lemah. &#13;
&#13;
Penelitian yang merupakan studi korelasional ini memberikan gambaran bahwa perbedaan konteks dapat mengakibatkan tidak cocoknya ideal seperti yang dikonstruksikan oleh teori tersebut. Semakin tinggi. frekuensi dan durasi komunikasi melalui Internet ternyata dapat memiliki potensi untuk cenderung melemahkan keeratan ikatan individu dengan orang-orang yang dekat, sementara frekuensi dan durasi tersebut tidak memiliki hubungan dengan tingkat kemudahan bergaul yang ada pada individu. Fenomena yang diungkapkan penelitian ini dapat dipahami dalam kaitannya dengan perbedaan kualitas infrastruktur Internet (dibandingkan dengan tempat di mana teori tersebut berasal) dan belum begitu berkembangnya budaya untuk menggunakan Internet sebagai media yang lebih dari sekedar sumber informasi, tapi media komunikasi. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Tamtomo, Tomi</note>
 <subject authority="">
  <topic>Intensitas komunikasi melalui Internet telah dinya</topic>
 </subject>
 <classification>302.23 Tam h</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.23 Tam h/P.14</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001110700298</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.P.14)</sublocation>
    <shelfLocator>302.23 Tam h/P.14</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>32094</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 00:53:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-28 13:25:20</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>