Kontruksi makna kerudung ( studi fenomenologi pemakaian kerudung oleh mahasiswa dikota Bandung)
mengungkapkan fenomena pengenaan kerudung oleh mahasiswa di Perguruan
Tinggi di Kota Bandung. Dilatarbelakangi oleh maraknya pengenaan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110700274 302.222 Nur k Perpustakaan Pusat (REF.17.36) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.222 Nur k/R.17.36Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik x,; 169 hlm,;29,4cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.222 Nur kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Nurhayati, Siti -
mengungkapkan fenomena pengenaan kerudung oleh mahasiswa di Perguruan
Tinggi di Kota Bandung. Dilatarbelakangi oleh maraknya pengenaan kerudung
hampir oleh semua kalangan, baik pelajar, mahasiswa ataupun pegawai kantor.
Berkerudung menjadi fenomena sebab sudah menyentuk semua lapisan
masyarakat tidak hanya masyarakat bawah dengan latar belakang pesantren atau
keluarga yang religious, namun juga keluarga yang biasa dan tidak berasal dari
lingkungan pesantren. Melalui penelitian ini peneliti ingin mengungkapkan motif,
alas an, makna serta konstruksi makan yang dirasakan oleh subjek pengena
kerudung.
Untuk mengungkapkan fenomena berkerudung tersebut yang penulis
spesifikasikan hanya di kalangan mahasiswa saja, peneliti mengintegrasikan teori
fenomenologi, konstruksi realitas, serta tindakan sosial. Penelitian ini
menggunakan pendekatan subjektif-konstruktivis dengan pendekatan atau
paradigma penelitian kualitatif interpretif. Subjek penelitian adalah sejumlah
mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di kota Bandung yaitu UIN, UNPAS,
POLBAN, UNP AR, UNJANI, UPI.
Hasil penelitian menunjukan bahwa fenomena pengenaan kerudung bukan
semata didorong oleh kesadaran beragama dan kesadaran formal karena
menempuh pendidikan formal di sekolah pesantren narnun adanya pergeseran
pemaknaan akan kerudung sendiri yang telah menjadi bagian dari fashion atau
busana modem. Faktor lainnya yang cukup berpengaruh adalah lingkungan
keluarga yang mempengaruhi subjek mengenakan kerudung. Di tengah
hirukpikuknya kehidupan dunia, terdapat pula subjek yang didorong oleh
kesadaran akan menjalankan agama secara benar, salah satunya adalah dengan
memenuhi kewajiban untuk menutup auratnya. Di samping itu, terdapat subjek
yang terdorong karena nazar atau janji wajib akan mengenakan krudung.
Beragamnya motif mengenakan kerudung menghasilkan konstruksi makna akan
pengenaan kerudung yang beragam. Kerudung kini tidak hanya sebagai penutup
aurat saja atau sebagai kewajiban agama saja namun juga sebagai bagian dari
fashion yang akan membentuk citra diri sang subjek sehingga cara pengenaannya
pun beragam. Oleh karena itu, tidak sedikit yang mengenakan kerudung
berdasarkan pandangan subjek yang tidak sesuai dengan syariat atau ketentuan
yang seharunya misalnya kerudung yang tidak menutup aurat.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






