<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32088">
 <titleInfo>
  <title>RELIGIUSITAS WARIA (Studi Fenomenologi Terhadap Makna Komunikasi Religius Waria Di Kota Bandung)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rustandi, Dudi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Sosial Dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xii,; 294 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Waria dalam kenyataan sosial dianggap sebagai sampah masyarakat karena &#13;
melakukan hal-hal yang bertentangan dengan pandangan umum. la dianggap &#13;
kotor sehingga setiap perilakunya selalu dianggap negatif ditambah dengan &#13;
penguatan fatwa dari MUI. Namun sebagai manusia ia juga memiliki kebutuhan &#13;
yang bersifat fitrah, kebutuhan beragama. Kebutuhan ini dalam bentuknya yang &#13;
formal disalurkan melalui kegiatan yang erat kaitannya dengan agama. &#13;
Pertentangan antara dirinya yang dianggap kotor dengan kebutuhan fitrah &#13;
beragamanya merupakan alasan ketertarikan penulis untuk melakukan penelitian. &#13;
&#13;
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna &#13;
agama bagi waria ditinjau dari sudut pandang komunikasi. Melalui paradigm &#13;
penelitian kualitatif, metode atau pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini &#13;
adalah pendekatan fenomenologi dengan analisis data interpretasi subjektif. Untuk &#13;
mengungkap penelitian ini, teori fenomenologi dibantu oleh teori konstruksi sosial &#13;
dan interaksi simbolik. Sedangkan informan penelitian adalah waria yang &#13;
memiliki aktifitas sebagai pendamping waria yang dinaungi oleh lembaga dan &#13;
waria yang berada di luar lembaga. Penelitiannya sendiri dilakukan di kota &#13;
Bandung. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa proses menjadi waria ditinjau berdasarkan &#13;
keberadaan identitas mereka sebagai waria, yaitu waria naluriah, waria temporer &#13;
dan waria chaos identity. Sementara itu berkaitan dengan pandangan agama &#13;
terhadap waria mereka ada yang menyikapi dengan perasaan diridhoi Tuhan, salah &#13;
jalan dan masa bodoh. &#13;
&#13;
Bagi waria agama menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupannya &#13;
sekalipun memiliki steorotip menentang kodrat agama. Sebagai sesuatu yang &#13;
fitrah, pada dimensi keyakinan, waria memaknai agama secara positif; keyakinan &#13;
agama sumber kekuatan, Pondasi, Aturan, Solusi, Makanan, ldentitas, Pelarian, &#13;
dan Privasi. Sementara pada dimensi ritual sebagian besar waria melakukannya &#13;
secara balangbetong dan sesuai dengan mood walaupun diantaranya ada yang &#13;
kontinyu menjalankan ritual sholat dan bahkan meninggalkannya. Pada dimensi &#13;
komitmen terdapat empat kategori yaitu ada yang merasa berdosa, bersyukur, &#13;
menyesal, dan tidak berdosa. Dimensi terakhir yaitu, perilaku, diantara waria ada &#13;
yang berorientasi untuk hidup orang lain (sosial) juga hanya untuk dirinya sendiri &#13;
(asosial). &#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan peneliti menyarankan bahwa setiap &#13;
elemen Negara, baik pemerintah atau masyarakat harus mulai melihat waria &#13;
dengan si si yang lebih bijak dan moderat. Mereka pada dasamya manusia yang &#13;
butuh pengakuan, memiliki hak hidup dan hak mendapatkan pendidikan dan &#13;
pekerjaan. Hal yang paling substansial adalah bahwa mereka juga harus &#13;
diakomodasi berkaitan dengan kepentigannya menyalurkan hasrat beragamanya. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Rustandi, Dudi</note>
 <subject authority="">
  <topic>Waria dalam kenyataan sosial dianggap sebagai samp</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Rus r</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Rus r/R.17.29</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001110700165</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.29)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Rus r</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>32088</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 00:53:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-10 09:01:57</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>