Detail Cantuman

Image of Maskulinitas: konstruksi sosial oleh media massa

 

Maskulinitas: konstruksi sosial oleh media massa


ABSTRAK

Penelitian ini berbicara mengenai konstrnksi sosial oleh media massa
untuk membangun sebuah dunia sosial yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100700320302.23 Han m/P.13Perpustakaan Pusat (REF.P.13)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.23 Han m/P.13
    Penerbit Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,;166 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.23 Han m
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK

    Penelitian ini berbicara mengenai konstrnksi sosial oleh media massa
    untuk membangun sebuah dunia sosial yang menghubungkan antara seorang
    manusia sebagai konsumen dan juga sebagai anggota kelompok sosial bemama
    metroseksuaI. Penelitian ini menggunakan model analisis wacana kritis yang
    dikemukakan oleh Norman Fairclough dan teori Psikoanalisis Jacques Lacan
    sebagai pendekatan penelitian. Penelitian ini juga bernsaha untuk melihat lebih
    luas mengenai aspek-aspek identitas yang -rnernbanguri identitas metroseksual
    seorang pna.

    Eksplorasi mengenai tanda-tanda metroseksual di kumpulkan dari sebuah
    medan wacana bemama majalah Cosmopolitan Men Indonesia. Majalah ini
    merupakan majalah hiburan khusus pria yang merepresentasikan kehidupan sosial
    seorang pria dalam dunia modem. Setiap tanda mengenai metroseksual
    dikelompokkan berdasarkan tiga kategori, yaitu; praktik sosial, praktik
    kewacanaan, dan teks. Tanda-tanda metroseksual yang telah dikelompokkan
    kemudian di uraikan kembali dengan menggunakan pendekatan mengenai tubuh
    dan hasrat 'ingin menjadi' yang diteorikan oleh Jacques Lacan. Hasrat yang
    dimaksud adalah hasrat 'ingin menjadi' maskulin yang kemudian diterjemahkan
    kedalam sebuah kebiasaan barn atau tren barn bemama metroseksual.

    Dunia barn maskulin yang dibangun melalui tanda-tanda metroseksual
    kemudian dipahami sebagai aspek identitas mengenai; tubuh, wanita, dan
    kesuksesan. Ketiga tanda identitas tersebut, menyatakan diri baik sebagai praktik
    sosial (budaya makan, minum, dan menjalin hubungan cinta yang terbarnkan),
    juga sebagai praktik kewacanaan (simbol yang melekat pada materi menjadi
    simbol identitas itu sendiri, misalnya adalah simbol cafe yang melekat pada
    identitas kaum urban sebagai salah satu ciri metroseksual), dan teks-teks materil
    (produk-produk dalam kemasan) yang lebih banyak bercerita tentang siapa diri
    "seseorang" dibandingkan orang tersebut dalam berkehidupan (Jam tangan Tag
    Heuer bagi seorang pria cukup untuk menegaskan bahwa dirinya adalah seorang
    pria maskulin, daripada ia harns terlihat berotot dan berkeringat).

    Secara sederhana, penelitian ini memperlihatkan bagaimana tubuh
    manusia memainkan peran penting dalam dunia identitas seorang pria
    metroseksual. Sedikit berbeda dari hasrat yang dikemukakan oleh Lacan, bahwa
    hasratIah pengendali identitas, maka dalam hal ini, identitas yang telah melekat
    pada diri seseoranglah yang mengendalikan hasrat dan menjadikan simbol-simbol
    identitas tersebut menjadi sebuah kebutuhan yang tidak terelakkan bagi seorang
    pria dengan identitas maskulin yang modem.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi