<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32078">
 <titleInfo>
  <title>Prisonisasi di lembaga pemasyarakatan (studi etnografi komunikasi narapidana di LP klas IIA pekanbaru0</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rinnelty, Trisellia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>ix, 210 hlm, ; ill, ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lembaga Pemasyarakatan merupakan merupakan bagian dari mekanisme &#13;
sistem peradilan pidana yang belakangan memperoleh cap buruk dari masyarakat &#13;
luas sebagai sekolah atau pabrik kejahatan. Hal tersebut disebabkan antara lain oleh &#13;
keberadaan gejala prisonisasi narapidana yang berlangsung di penjara dengan &#13;
kondisi kelebihan kapasitas dan yang masih menganut sistem multi-purpose prison. &#13;
Salah satunya adalah Lapas Klas HA Pekanbaru. Prisonisasi merupakan tahap akhir &#13;
akulturasi sehingga untuk mendapatkan gambaran mengenai prisonisasi pada &#13;
narapidana, yang merupakan topik penelitian ini, bisa dilakukan dengan mengamati &#13;
kompetensi atau kecakapan berkomunikasi para penghuninya dengan mengetahui &#13;
bagaimana situasi, peristiwa dan tindak komunikatif narapidana atau pola-pola &#13;
komunikasi yang terbentuk . &#13;
&#13;
Penelitian ini tergo long penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi &#13;
komunikasi terhadap narapidana dan mempergunakan metode observasi partisipan &#13;
secta wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. &#13;
&#13;
Pada akhir penelitian ini diperoleh hasil-hasil sebagai berikut: yang menjadi &#13;
situasi komunikasi narapidana adalah menjalankan hukuman di LP Klas HA &#13;
Pekanbaru. Sementara yang menjadi peristiwa komunikasi narapidana antara lain &#13;
rapat kamar, mengenal tahanan baru, berbicara dengan pegawai, dan bekerja, &#13;
Tindak komunikatif narapidana antara lain menanyakan hal yang berkaitan dengan &#13;
kasus. Pola komunikasi yang terjadi antara lain adalah: terdapat perbedaan antara &#13;
perilaku komunikatif narapidana terhadap sesama narapidana dan terhadap &#13;
pegawai, tennasuk tindak komunikatif yang terjadi. Kemudian terdapatnya &#13;
penggunaan varietas bahasa tertentu oleh narapidana yang dalam istilah ilmiah &#13;
dikenal dengan sebutan argot. &#13;
&#13;
Dari hasil terse but ditarik beberapa kesimpulan, antara lain ditemukan bentuk &#13;
subkultur penjara yang dianggap dominan di Lapas Klas HA Pekanbaru yakni &#13;
subkultur &quot;orang lama&quot;, atau narapidana dengan hukuman tinggi, pergaiilan luas, &#13;
dan telah cukup lama berada di penjara. Subkultur ini dianggap mengalami derajat &#13;
akulturasi tertinggi atau prisonisasi yang ditandai dengan pengetahuan interaksi &#13;
yang baik terutama terhadap pegawai, serta pengetahuan tentang argot, yakni istilah &#13;
yang sering digunakan di antara napi tertentu di penjara. Saran yang bisa diberikan &#13;
adalah meneliti lebih jauh skema kognisi narapidana dan menerapkan &#13;
individualisasi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Rinnelty, trisellia</note>
 <subject authority="">
  <topic>Penelitian ini tergo long penelitian kualitatif de</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Rin p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Rin p/R.21.156</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100700273</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.156)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Rin p/R.21.156</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>32078</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 00:53:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-30 09:34:39</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>