<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32072">
 <titleInfo>
  <title>Budaya populer Korea sebagai identitas anggota komunitas:</title>
  <subTitle>Studi kasus pada penggemar budaya populer Korea di Bandung Korea Community</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Septadinusastra, Vina Alvinia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>ix, 139 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Budaya Populer Korea sebagai Identitas Anggota Komunitas &#13;
(Studi Kasus pada Anggota Bandung Korea Community) &#13;
&#13;
Fenomena budaya populer Korea merupakan fenomena aktual saat ini di &#13;
Indonesia, terutama drama Korea yang secara kontinyu ditayangkan oleh televisi &#13;
swasta kita. Salah satu penggemar budaya populer Korea adalah remaja dimana &#13;
secara psikologis dipandang sebagai sebuah fase yang rentan terkontaminasi dengan &#13;
berbagai hal baru baginya, disamping tergolong ke dalam kategori pencari identitas. &#13;
Remaja sebagai pencari identitas diri memerlukan sarana untuk mengaktualisasikan &#13;
dirinya. Setiap remaja pasti memiliki ketertarikan pada sesuatu yang harus &#13;
diekspresikannya bersama teman-teman sebayanya. Oleh sebab itulah sebuah &#13;
komunitas terbentuk, dan salah satunya adalah Bandung Korea Community. &#13;
&#13;
Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara holistik &#13;
mengenai bagaimana anggota Bandung Korea Community memaknai budaya populer &#13;
Korea sebagai identitas mereka. Hal ini berkaitan dengan perilaku, bahasa, dan &#13;
simbol-simbol yang mereka kenakan untuk ditunjukkannya pada orang lain. &#13;
&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan &#13;
pendekatan studi kasus. Secara operasional, penelitian ini dilakukan melalui &#13;
observasi, wawancara, dan melakukan studi dokumentasi di Bandung Korea &#13;
Community. Setelah data terkumpul, seluruh data dikelompokkan, dikroscek, dan &#13;
dianalisis sehingga membentuk suatu gambaran yang objektif. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya populer Korea yang menjadi &#13;
acuan perilaku anggota Bandung Korea Community berasal dari realitas dalam drama &#13;
Korea. Semua yang mereka kenakan adalah hasil komunikasi dengan dirinya sendiri &#13;
dan juga orang lain dalam komunitas terse but. Berkaitan dengan itu, maka &#13;
kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Model perilaku yang ditunjukkan oleh &#13;
anggota merupakan sebuah kesadaran mereka untuk mengubah perilakunya sesuai &#13;
dengan perilaku mayoritas dalam komunitas, (2) Bahasa Verbal atau bahasa gaul ala &#13;
Korea yang diadopsi oleh anggota dimaknai sebagai suatu alat untuk mempertebal &#13;
rasa kepemilikan pada komunitas dan kebanggaan mereka pada komunitas, (3) sama &#13;
seperti halnya bahasa gaul ala Korea, simbol juga dimaknai sebagai suatu alat untuk &#13;
mempertebal rasa kepemilikan dan kebanggaan anggota pada komunitas. Dengan &#13;
menggunakan bahasa dan simbol maka mereka dapat mempertegas identitas &#13;
kekoreaan mereka pada lingkungan sekitarnya, (4) Idola dimaknai anggota seseorang &#13;
yang memberikan inspirasi hingga membuatnya mau untuk berbuat sesuatu demi &#13;
orang yang menjadi idolanya tersebut. Idola dijadikan significant other yang dapat &#13;
menuntun dan mengarahkan anggota menjadi seseorang sesuai dengan identitas yang &#13;
diinginkannya, Mereka tampil tidak menjadi dirinya sendiri, melainkan mencoba &#13;
tampil sebagai seseorang yang diidolakannya.</note>
 <note type="statement of responsibility">Septadinusastra, Vina Alvinia</note>
 <classification>302.230 8 Sep b</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.230 8 Sep b/R.21.200</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100700067</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.200)</sublocation>
    <shelfLocator>302.230 8 Sep b/R.21.200</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>32072</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 00:53:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-29 09:33:01</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>