<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32071">
 <titleInfo>
  <title>Identitas etnik dalam komunikasi politik anggota DPRD kota Palu</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ILYAS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xv, 232 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Identifikasi identitas etnik yang Iazim dilakukan pada masyarakat multietnik &#13;
senantiasa di arahkan pada situasi dan konteks di mana seseorang berada. Dalam konteks &#13;
politik, terutama pada lembaga seperti DPRD, identifikasi identitas etnik menjadi &#13;
kemestian dalam perilaku dan komunikasi politik yang tujuan utamanya adalah menarik &#13;
simpati calon pemilih dan meningkatkan popularitas seseorang atau partainya. Identitas &#13;
etnik adalah sesuatu yang problematik ketika diperhadapkan dengan komunikasi politik, &#13;
terutama dalam sistem pemilu yang demokratis. la bisa menjadi pembeda atau ko­ &#13;
identifikasi bagi pihak-pihak yang menggunakannya untuk tujuan meraih dukungan &#13;
politik. &#13;
&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan &#13;
Dramaturgis dari Erving Goffman dan Etnik Situasional dari Fredrik Barth. Penentuan &#13;
obyek dan subyek penelitian dilakukan dengan pertimbangan heterogenitas penduduk dan &#13;
keunikan tema yang diteliti. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa &#13;
wawancara mendalam, pengamatan dan studi dokumentasi. &#13;
&#13;
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa atribut artifisial komunikasi politik &#13;
anggota DPRD Palu seperti pakaian yang digunakan, gaya hidup, kendaraan yang dimiliki, &#13;
gaya berkomunikasi dan hubungan dengan media merupakan bentuk pengelolaan kesan &#13;
(impression management) dalam panggung politik. Sementara simbol-simbol identitas &#13;
etnik yang ditemukan dalam komunikasi politik adalah, munculnya nama keluarga sebagai &#13;
identitas, bahasa daerah, logat, ad at istiadat dan falsafah hidup setiap etnik. Beragam &#13;
simboI tersebut kemudian melahirkan stigma pendatang dan asli sebagai bentuk pembeda &#13;
dan ko-identifikasi identitas etnik dalam kegiatan komunikasi politik di DPRD Kota Palu. &#13;
Istilah pendatang disematkan pada mereka yang tidak memiliki ikatan genealogis, &#13;
perkawinan, tempat lahir dan hubungan erat dengan pejabat atau tokoh politik yang &#13;
beretnis Kaili. Dalam prosesnya etnik pendatang berusaha mengkonstruksi identitas baru &#13;
yang mereka sebut sebagai &quot;orang Palu&quot; yang dianggap lebih netral dan mampu &#13;
memayungi semua etnik yang berdomisili dan ada kaitannya dengan Kota Palu. &#13;
&#13;
Anggota DPRD dari Etnik Bugis, Minahasa, Jawa dan Sunda berusaha &#13;
menonjolkan identitas sebagai Orang Palu tetapi di si si lain tetap di anggap sebagai &#13;
pendatang oleh sebagian besar etnik Kaili. Sementara sebagian besar etnik Kaili atau orang &#13;
asli Palu menganggap diri mereka masih memiliki ikatan kekerabatan dengan etnik Bugis &#13;
dan Mandar di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Penggunaan beragam identitas &#13;
tersebut juga dilakukan sesuai konteks dan waktu yang mereka anggap dapat memberikan &#13;
euntungan politik, penerimaan sosial dan budaya. Terutama dalam hal kepentingan &#13;
pemilihan umum atau pemilukada.</note>
 <note type="statement of responsibility">Ilyas</note>
 <subject authority="">
  <topic>Identitas Etnik, Komunikasi Politik, Manajemen Kes</topic>
 </subject>
 <classification>302.598 439 Ily i</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.598 439 Ily i/R.21.213</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100700066</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.213)</sublocation>
    <shelfLocator>302.598 439 Ily i/R.21.213</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>32071</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 00:53:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-25 14:20:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>