Detail Cantuman

Image of identifilasi kandungan polifenol dan asam amino bebas serta analisis nutrisi dari biji kakao terfermentasi dengan optimasi suhu serta penambahan isolat Saccharomyces cereviciae, Lactobacillus plantarum, Acetobacter aceti, enzim bromelain dan sistem

 

identifilasi kandungan polifenol dan asam amino bebas serta analisis nutrisi dari biji kakao terfermentasi dengan optimasi suhu serta penambahan isolat Saccharomyces cereviciae, Lactobacillus plantarum, Acetobacter aceti, enzim bromelain dan sistem


Abstrak. Kakao merupakan salah satu hasil pertanian Indonesia yang cukup
potensial dalam menyumbang devisa negara. Indonesia berada di posisi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700304572 Ari iPerpustakaan Pusat (REF.14.176)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    572 Ari i/R.14.176
    Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxii,;117hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    572 Ari i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Abstrak. Kakao merupakan salah satu hasil pertanian Indonesia yang cukup
    potensial dalam menyumbang devisa negara. Indonesia berada di posisi ketiga
    dunia sebagai produsen setelah Pantai Gading dan Ghana. Namun, karena
    didominasi oleh biji tanpa fermentasi, maka kakao Indonesia terkena diskon
    sebesar 10-15% di pasar intemasional. Biji kakao tanpa fermentasi akan bermutu
    rendah karena tidak mempunyai prekursor cita rasa cokelat. Oleh karena itu,
    untuk mendapatkan biji dengan kualitas tinggi dan memiliki cita rasa khas
    cokelat, dibutuhkan metode fermentasi yang baik dan benar. Melihat hal tersebut
    maka perlu dilakukan penelitian terobosan ilmiah untuk mencari proses
    fermentasi biji kakao dengan waktu dan metode yang tepat untuk menghasillkan
    kakao berkualitas baik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh
    variasi fermentasi dengan optimasi suhu dan penambahan S. cerevisiae,
    L. plantarum, A. aceti, enzim bromelain, si stein secara eksogen terhadap
    komponen nutrisi, asam amino bebas, dan polifenol penyusun biji kakao. Variasi
    perlakuan yang dilakukan adalah biji kakao non fermentasi (A), fermentasi alami
    (B), fermentasi dengan enzim bromelain pada hari ke-3 (C), fetmentasi dengan
    inhibitor sistein pada hari ke-3 (D), fermentasi dengan S. cerevisiaepada hari ke-
    0, L. plantarum pada hari ke-I, dan A. aceti pada hari ke-2 (E), fermentasi
    dengan dengan S. cerevisiae pada hari ke-O, L. plantarum pada hari ke-l,dan A.
    aceti pada hari ke-2, dan enzim bromelain pada hari ke-3 (F), dan ferrnentasi
    dengan S. cerevisiae pada hari ke-O, L. plantarum pada hari ke-I, dan A. aceti
    pada hari ke-Z, enzim bromelain dan inhibitor si stein pada hari ke-3 (0).
    Fermentasi dllakukan selama empat dan lima hari. Biji kakao hasil fermentasi
    dianalisis komponen nutrisinya meliputi kadar protein menggunakan metode
    Kjeldahl, kadar lemak menggunakan metode Soxhlet, kadar air dengan rhetode
    thermogravimetri, dan kadar karbohidrat dengan metode Antron, Kemudian
    dilakukan pula analisis kandungan asam amino bebas dengan metode
    kromatografi kertas dan KCKT, serta kandungan total polifenol metode Folin­
    Ciocalteu dan jenis polifenol dengan KCKT. Berdasarkan data yang diperoleh,
    fermentasi termodifikasi dapat mempercepat lama fermentasi dari Iima hari
    menjadi empat hari yang menghasilkan kadar protein perlakuan A: 15,31%; B:
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi