Detail Cantuman

Image of SOEHARTI ISNAINL 2011. BIOREMEDIASI LUMPUR MINYAK BUMI 
DENGAN KARBON AKTIF, KONSORSIDM MIKROORGANISME DAN 
TANAMAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart) Solms)

 

SOEHARTI ISNAINL 2011. BIOREMEDIASI LUMPUR MINYAK BUMI DENGAN KARBON AKTIF, KONSORSIDM MIKROORGANISME DAN TANAMAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart) Solms)


Minyak bumi merupakan cairan kental yang didapat dari perut bumi yang kemudian
diolah menjadi bensin, solar, lilin, oli, dan sebagainya. Akan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110700130541.3 Isn bPerpustakaan Pusat (REF.14.137)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    541.3 Isn b/R.14.137
    Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 107 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    541.3 Isn b
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Minyak bumi merupakan cairan kental yang didapat dari perut bumi yang kemudian
    diolah menjadi bensin, solar, lilin, oli, dan sebagainya. Akan tetapi dalam prosesnya
    dihasilkan juga limbah minyak bumi yang berupa lumpur (sludge). Senyawa kimia
    penyusun minyak bumi adalah komponen hidrokarbon dan komponen non­
    hidrokarbon.

    Telah dilakukan penelitian bioremediasi lumpur minyak bumi dengan karbon aktif,
    konsorsium mikoorganisme (Pseudomonas aeruginosa dan Pseudomonas jluorescens,
    Bacillus subtilis, dan Bacillus sphaericus) dan eceng gondok sebagai tanaman uji.
    Penelitian tahap pertama adalah proses adsorpsi logam berat dengan variasi karbon
    aktif(10%, 15%,20% bib) serta variasi lumpur minyak bumi (10%, 15%,20% bib),
    tahap kedua penggunaan konsorsium mikroorganisme pada lumpur minyak bumi dan
    karbon aktif optimum tahap pertama dan ketiga aplikasi medium pasca bioremediaasi
    dengan eceng gondok sebagai tanaman uji. Parameter yang diukur adalah kandungan
    TPH (Total Petroleum Hydrocarbon), ion logam Cr, Cu, Zn, danjumlah bakteri.

    Hasil penelitian tahap pertama menunjukkan bahwa karbon aktif dapat menurunkan
    kandungan TPH, Cr, Cu dan Zn masing-masing sebesar 36,41%, 29,64%, 28,40%
    dan 31,05%. Tahap kedua, penambahan konsorsium mikroorganisme (P. aeruginosa
    dan P. fluorescen) dapat menurunkan kandungan TPH, Cr, Cu dan Zn masing­
    masing sebesar 44,50%, 33,35%, 32,48% dan 38,75%. Tahap ketiga, tanaman eceng
    gondok dapat hidup pada mediumhasil bioremediasi dan dapat menurunkan
    kandungan TPH, Cr, Cu dan Zn masing-masing sebesar 42,72%, 11,35%, 14,08%
    dan 14,64%.

    Dari tahap kedua dan ketiga, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan
    konsorsium P. aeruginosa dan P. jluorescens pada lumpur minyak bumi 15%
    karbon aktif 12.5% dan lumpur minyak bumi 15% karbon aktif 15% dan eceng
    gondok dapat menurunkan kandungan TPH, Cr, Cu dan Zn masing-masing sebesar
    87,22%,44,70%,46,56% dan 53,39%.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi