Detail Cantuman

Image of Pengembangan Kriteria Ekologi Untuk Produksi Kelapa Sawit Berkelanjutan di Pulau Belitung : studi kasus daerah Nyuruk, kabupaten Belitung Timur dan Tanjung Rusa, Kabupaten Belitung

 

Pengembangan Kriteria Ekologi Untuk Produksi Kelapa Sawit Berkelanjutan di Pulau Belitung : studi kasus daerah Nyuruk, kabupaten Belitung Timur dan Tanjung Rusa, Kabupaten Belitung


PENGEMBANGAN KRITERIA EKOLOGI UNTUK PRODUKSI KELAPA
SAWIT BERKELANJUTAN DI PULAU BELITUNG

(Studi Kasus: Daerah Nyuruk, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100700284577.598 163 Ast p/R.25.264Perpustakaan Pusat (REF.264)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    577.598 163 Ast p/R.25.264
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;131 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    577.598 163 Ast p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PENGEMBANGAN KRITERIA EKOLOGI UNTUK PRODUKSI KELAPA
    SAWIT BERKELANJUTAN DI PULAU BELITUNG

    (Studi Kasus: Daerah Nyuruk, Kabupaten Belitung Timur dan Tanjung
    Rusa, Kabupaten Belitung)

    Oleh: Annisa Joviani Astari

    ABSTRAK

    Seiring dengan meningkatnya reputasi Indonesia sebagai salah satu produsen
    kelapa sawit terbesar, kebutuhan untuk menciptakan produksi yang berkelanjutan
    pun meningkat. Hal ini diiringi berbagai isu dampak yang dihasilkan, terutama
    dampak terhadap lingkungan dari produksi kelapa sawit. Untuk menciptakan
    sinergi dari produksi kelapa sawit dengan perlindungan lingkungan, kriteria
    ekologi menjadi penting sebagai bentuk operasionalisasinya. Kriteria ekologi yang
    dikembangkan ini akan menjadi standar penilaian terhadap industri kelapa sawit
    dalam melakukan pengelolaan lingkungan. Studi kasus dari penelitian ini
    dilakukan di daerah Nyuruk, Kabupaten Belitung Timur dan Tanjung Rusam
    Kabupaten Belitung. Dalam memformulasikan set kriteria ekologi, digunakan
    hasil identifikasi High Conservation Value (HCV) sebagai acuan. Pandangan dari
    para pemangku kepentingan terkait (ahli ekologi dan lingkungan, karyawan
    perkebunan kelapa sawit, dan pemerintahan setempat) diintegrasikan dengan
    pemberian penilaian terhadap kriteria. Analisis multi kriteria kemudian digunakan
    untuk menganalisis pemberian prioritas terhadap kriteria ekologi. Pendekatan
    ekosistem digunakan sebagai prinsip dari kriteria-kriteria yang diajukan ini.
    Kriteria yang telah diidentifikasi dan diajukan sebagai kriteria yang sesuai dengan
    karakteristik Belitung dan kepentingan para pemangku kepentingan berjumlah
    delapan kriteria. Kriteria dengan prioritas pertama adalah konservasi sumber daya
    air, dan konservasi hutan serta kawasan dengan status dilindungi. Kriteria dengan
    prioritas kedua adalah perlindungan flora dan fauna langka dan terancam punah,
    pencegahan kebakaran di areal perkebunan dan sekitamya, pelestarian ekosistem
    iangka, habitat kunci serta jalur koridor satwa. Meski mendapatkan prioritas yang
    rendah, beberapa kriteria seperti kriteria penanaman berdasarkan lanskap ekologi
    dan topografi yang sesuai, serta perlunya upaya pencegahan banjir di sekitar areal
    perkebunan tetap dianggap perlu disertakan dalam set kriteria untuk pencapaian
    produksi kelapa sawit berkelanjutan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi