Perbandingan jenis-jenis korelasi dan metode penaksiran dalam analisis faktor konfirmasi untuk data biner (studi simulasi monte-carlo)
Structural equation modeling (SEM) pada awalnya diperuntukkan bagi variabel
kontinu. Namun demikian pada perkembangan selanjutnya SEM juga ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100700264 519.537 Kan p Perpustakaan Pusat (REF.14.131) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 519.537 Kan p/R.14.131Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik xi,;29 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 519.537 Kan pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Kanianingsih, Ade -
Structural equation modeling (SEM) pada awalnya diperuntukkan bagi variabel
kontinu. Namun demikian pada perkembangan selanjutnya SEM juga
dipergunakan untuk data ordinal atau dikotomus. Khusus untuk variabel
dikotomus, terdapat beberapa ukuran korelasi yang dapat dipergunakan untuk
membentuk matrik korelasi sebagai input dalan analisis SEM, di antaranya
.1
korelasi tetrakorik dan phi. Terkait dengan hal ini dalam tesis ini akan dilakukan
sebuah simulasi untuk mengevaluasi kinerja dari kedua koefisien korelasi tersebut
dalam SEM. Simulasi di dasarkan pada sebuah model pengukuran untuk dua buah
laten variabel yang masing-masing mempunyai empat indikator dan dua indikator.
Dari hasil evaluasi bias taksiran dan standar error taksiran parameter dalam
simulasi dapat diketahui bahwa korelasi tetrakorik merupakan koefisien yang
mempunyai kinerja lebih baik dibandingkan dengan korelasi phi dalam analisis
SEM untuk variabel dikotomus. Prosedur metode penaksiran Maximum
Likelihood menghasilkan taksiran yang lebih baik daripada metode penaksiran
Weighted Least square.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






