Detail Cantuman

Image of PERBANDINGAN PENAKSIRAN PARAMETER PEMBEDA (d) ARFIMA NONSTASIONER GPH DENGAN MODIFIKASI GPH (GEWEKE AND PORTER- HUDAK)

 

PERBANDINGAN PENAKSIRAN PARAMETER PEMBEDA (d) ARFIMA NONSTASIONER GPH DENGAN MODIFIKASI GPH (GEWEKE AND PORTER- HUDAK)


1. Judul Tesis : Metode Multidimensional Scaling Metrik Terbobot Dalam
Mengelompokkan Provinsi Berdasarkan Indikator Pelaksanaan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100700032519.5 Agu pPerpustakaan Pusat (REF.14.12)Tersedia
    1001100700032519.5 Agu pPerpustakaan Pusat (REF.14.12.)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    519.5 Agu p/R.14.12
    Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x,; 38 hlm,;29,4cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    519.5 Agu p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • 1. Judul Tesis : Metode Multidimensional Scaling Metrik Terbobot Dalam
    Mengelompokkan Provinsi Berdasarkan Indikator Pelaksanaan
    Program Keluarga Berencana

    2. Subjek : pengelompokan, Multidimensional Scaling (MDS), metrik,

    bobot

    3. Abstrak

    Keberhasilan pelaksanaan program KB nasional sudah dapat dirasakan
    manfaatnya, namun demikian dalam penentuan prioritas penggarapan hendaknya
    tidak dilakukan secara seragam atau disama-ratakan akan tetapi perlu juga
    mempertimbangkan kondisi-kondisi lain seperti geografis, jumlah penduduk,
    tingkat kepadatan penduduk, dan daya tampung serta kemampuan daerah dalam
    melaksanakan program-program pembangunan lainnya. Penyusunan
    pengelompokan wilayah lebihdiarahkan untuk mengklasifikasikan dan
    mengelompokkan wilayah berdasarkan serangkaian variabel dalam aspek-aspek
    dukungan program, hasil program, dan efek/dampak program, termasuk upaya
    yang berkaitan dengan aspek sosial ekonomi, untuk kemudian diperoleh gambaran
    mengenai faktor-faktor apa saja yang mendukung maupun yang menghambat
    pencapaian program pada setiap wilayah ataupun pada daerah-daerah dalam
    kelompok segmentasi yang sama. Beberapa kajian mengenai segmentasi wilayah
    sudah dikembangkan. Dalam penelitian ini dicoba menggunakan metode
    pengelompokan yang lain yaitu Multidimensional Scaling (MDS). Dalam hal ini
    akan dilakukan analisis terhadap provinsi beserta variabel yang disusun dalam suatu
    tabel baris dan kolom, sehingga MDS biasa tidak dapat digunakan, karena dalam
    MDS biasa hanya bisa menganalisis salah satu saja, baik itu baris maupun kolom.
    Menurut Greenacre (2003) untuk dapat mengatasi hal tersebut maka bisa dilakukan
    dengan memberikan suatu pembobot, dimana jarak euclid yang digunakan telah
    diberikan pembobot, sehingga setiap variabel nantinya memiliki pembobot yang
    berbeda-beda.

    Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang
    diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai Indikator Sosial
    Ekonomi menurut provinsi di Indonesia tahun 20.1 0 dan Profil Hasil Pendataan
    Keluarga Tahun 2009 dari BKKBN. Adapun indikator-indikator yang dipakai
    dalam penelitian ini adalah Angka Kelahiran Total (TFR), Angka Kematian Bayi
    (IMR), Angka Prevalensi Pemakaian Kontrasepsi (ePR), Laju Pertumbuhan
    Penduduk (LPP), Kepadatan Penduduk, dan Persentase Penduduk Miskin dari 33
    provinsi yang ada di Indonesia.

    Dari hasil pengolahan diperoleh nilai pembobot untuk masing-masing
    variabel berturut-turut yaitu 0; 0.3937076; 1.116498; 0; 1.000001; 0.5822555.
    Dengan nilai variabilitasnya sebesar 99.99%, yang berarti metode ini mampu
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi