Transformasi Politik Di Loloda-Maluku Utara (1808-1945)
Tesis ini berjudul Transformasi Politik di Loloda-Maluku Utara (1808-
1945). Tesis' ini membahas mengenai aspek-aspek perubahan dalam sistem ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001130700153 959.8 Man t/R.18.250 Perpustakaan Pusat (REF.18.250) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 959.8 Man t/R.18.250Penerbit Magister Psikologi : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 959.8 Man tTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Mansur, Mustafa -
Tesis ini berjudul Transformasi Politik di Loloda-Maluku Utara (1808-
1945). Tesis' ini membahas mengenai aspek-aspek perubahan dalam sistem
pemerintahan dan kepemimpinan di Loloda sebagai akibat dari pengaruh politik
Kolonial Belanda, Inggris. Pendudukan Bala Tentara Jepang dan Kesultanan
Ternate. Selain itu, tesis ini juga melihat bagaimana pengaruh sosial-budaya dan
sosial-ekonorni terhadap transformasi politik di Loloda-Maluku Utara. Pokok
permasalahan yang dibahas adalah: pertama, bagaimana transformasi politik di
Loloda dari 1808 sampai 1945?; kedua, bagaimana pengaruh sosial-budaya dan
sosial ekonomi terhadap transformasi politik di Loloda dari 1808-1945?; ketiga,
bagaimana sampai terjadi transformasi politik? Adapun metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik,
interpretasi dan historiografi. Sementara sumber yang digunakan yaitu sumber
nrimer dan sum her sekunder. Sum her nrimer heruna arsin-arisn nada zaman
.I J..1 I J...1
Hindia Belanda dan artikel-artikel pad a masa Hindia Belanda, sedangkan sumber
sekunder berupa buku, artikel, dan visual baik yang terdapat dalam surat kabar
maupun dalam situs internet. serta sumber lisan berupa wawancara. Sementara
konsep yang digunakan untuk menganalisis masalah adalah konsep transformasi,
sistem politik, kekuasaan, stratifikasi sosial dan perubahan sosial, serta konsep
legitimasi atau keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi
politik dalam bidang pemerintahan dan kepemimpinan di Loloda pada masa
kolonial (1808-1909) mengalami degradasi dengan diubahnya status Kerajaan
Loloda menjadi distrik oleh Pemerintah Hindia Belanda. Narnun, pemimpinnya
tetap memakai gelar raja (ko/ano) karena didukung oleh otoritas dan legitimasi
tradisional, kharismatik serta sistem pewarisan kekuasaan (assigned status) dalam
status sosialnva. Dalam konteks ini. Pemerintah Kolonial iusa menzakui zelar
.I ~ ..J V V U
raja (ko/ano) sebagai strategi membangun kekuasaanya di Loloda. Pengakuan
Pemerintah Kolonial Belanda terhadap gelar raja (ko/ano) berakhir pada 1909
ketika raja dianggap mendalangi pemberontakan warganya yang mengakibatkan
tewasnya Petugas Belanda di Loloda. Saat itulah kepala distrik (hoofd district)
memakai gelar sangaji. Pada masa kemerdekaan Indonesia, kedudukan pemimpin
tradisional disimbolkan dengan mangkuhumi fjngugu), namun masyarakat Loloda
menganggapnya sebagai raja (ko/ano). Dengan demikian, kedudukan
pemimpinnya terlembagakan berdasarkan otoritas dan legitimasi tradisional,
kharismatik dan sistem pewarisan (assigned status). Adapun pengaruh sosial
budaya dan sosial-ekonomi terhadap transformasi politik adalah m emperku at
sistem politik pada satu sisi, sedangkan pada sisi yang lain melemahkan sistem
politik di Loloda. Pengaruh Islam. keberadaan orang-orang Baharu. dan adanya
. hubungan raja dengan rakyat dalam pemanfataan sumber daya ekonomi,
memperkuat sistem politik, sedangkan misi zending, pengaruh bahasa Ternate,
kepentingan ekonomi Kesultanan Ternate, dan keadaan dan populasi penduduk
yang relatif rendah melemahkan sistem politik. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






