Representasi identitas dalam berjuang karya Liem Khing Hoo dan drama di Boven Digul karya Kwee Tek Hoay
Tesis berjudul Representasi Identitas dalam Berjuang Karya Liem Khing Hoo
dim Drama di Boven Digul Karya Kwee Tek Hoay ini mengkaji masalah ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120700448 808 Ind r/R.18.239 Perpustakaan Pusat (REF.18.239) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 808 Ind r/R.18.239Penerbit Magister Psikologi : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xii, 124 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 808 Ind rTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Indica, Channa -
Tesis berjudul Representasi Identitas dalam Berjuang Karya Liem Khing Hoo
dim Drama di Boven Digul Karya Kwee Tek Hoay ini mengkaji masalah identitas.
Penelitian ini melihat karya dari perspektif sejarah yang melingkupinya dengan
menggunakan teori Pascakolonial. Teori Pascakolonial yang digunakan adalah
Liminalitas dan Hibriditas milik Homi K. Bhabha. Selain teori yang dikemukakan
oleh Bhabha terse but, untuk memperkuat analisis representasi identitas yang terdapat
pada kedua objek penelitian, digunakan pula teori identitas Stuart Hall.
Kedua objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan
adanya representasi terhadap identitas tertentu, yang spesifik dan khusus. Berjuang
merepresentasikan identitas Tionghoa, sedangkan Drama di Boven Digul
merepresentasikan identitas Tionghoa dan pribumi Indonesia. Cara kedua karya
merepresentasikan identitas ditunjukkan dengan memasukkan unsur kenangan atau
kejayaan masa lampau yang dialami oleh orang Tionghoa melalui migrasi,
perjalanan, atau pelayaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Tionghoa
dalam Berjuang adalah identitas hibrid, golongan tengah, golongan liminal.
Sementara itu, dalam Drama di Boven Digul identitas Tionghoa telah menyatu dan
barmonis dalam hubungannya dengan masyarakat pribumi. Kedua objek penelitian
ini juga menunjukkan adanya pandangan utopis, yakni memimpikan adanya suatu
tatanan masyarakat dan politik yang dianggap ideal. Utopia ditunjukkan melalui
adanya perpindahan dari suatu daerah ke daerah lain yang dianggap ideal, serta
diterapkannya tatanan masyarakat politik ideal pada koloni barn. Utopia dalam kedua
iwya pada akhirnya juga menunjukkan adanya persoalan nasionalisme. Dalam
Berjuang, nasionalisme yang ditunjukkan adalah nasionalisme etnisitas. Sementara
itu, Drama di Boven Digul menunjukkan adanya nasionalisme Indonesia. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






