Detail Cantuman

Image of penyelesaian sengketa akad pembiayaan musyarakah ditinjau dari undang-undang nomor 3 tahun 2006 berkaitan kewenangan pengadilan agam yang telah diubah dengan undang-undang nomor 50 tahun2009

 

penyelesaian sengketa akad pembiayaan musyarakah ditinjau dari undang-undang nomor 3 tahun 2006 berkaitan kewenangan pengadilan agam yang telah diubah dengan undang-undang nomor 50 tahun2009


PENYELESAIAN SENGKETA AKAD PEMBIAYAAN MUSYARAKAH DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2006 BERKAITAN KEWENANGAN PENGADILAN AGAMA YANG TELAH ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700314347 Muh p/R.11.361Perpustakaan Pusat (Ref.11.361)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    347 Muh p/R.11.361
    Penerbit Pasca Hukum : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    viii,;134 hlm,;29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    347
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PENYELESAIAN SENGKETA AKAD PEMBIAYAAN MUSYARAKAH DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2006 BERKAITAN KEWENANGAN PENGADILAN AGAMA YANG TELAH DIUBAH DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 50 TAHUN 2009
    ABSTRAK
    Munculnya bank Islam di Indonesia merupakan fenomena yang menarik dan juga merupakan titik kulminasi dalam upaya panjang beberapa kalangan secara individual atau intitusional telah terlibat dalam proses yang berkenan dengan tranformasi sosial masyarakat perbankan sendiri berdasarkan prinsip syariah menjadi jawaban dari tuntutan sebagian masyarakat Indonesia terhadap beroperasinya lembaga keuangan yang sesuai dengan keyakinannya. Deegan banyaknya masyarakat Indonesia yang beraktifitas dalam ekonomi syariah, maka sangat dimungkinkan terjadinya sengketa hukum bidang ekonomi syariah. Ketika terjadinya perselisihan antar pihak, selama ini kasusnya diselesaikan oleh Pengadilan Umum atau Badan Arbitrase Syariah, bukan oleh Pengadilan Agama.
    Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analisis yaitu dengan mengkaji bahan-bahan yang diperoleh dari studi kepustakaan dan penelitian lapangan sebagai pelengkap bahan sekunder, yaitu melalui studi kepustakaan dan wawancara. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan metode yuridis kualitatif.
    Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menurut Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 Tentang Peradilan Agama, lembaga tersebut merupakan lembaga yang berwenang mengadili sengketa perbankan syariah, dalam lingkungan peradilan agama dan peradilan umum dalam bidang perbankan syariah selain menunjukkan adanya reduksi juga mengarah pada dualisme kompetensi mengadili oleh dua lembaga litigasi, sekalipun kompetensi yang diberikan kepada peradilan umum adalah terkait isi suatu akad, khususnya mengenai choice of forum atau choice of yurisdiction
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi